Peran Dosen Pembimbing Akademik Dinilai Krusial dalam Penguatan Karakter Mahasiswa

Yogyakarta, 21 Juli 2026 – Dosen Pembimbing Akademik (DPA) memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar memberikan arahan terkait studi mahasiswa. Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Sri Kusrohmaniah, M.Si., Ph.D., Psikolog, dalam sesi bertajuk Peran Dosen Pembimbing Akademik (DPA) dalam Penguatan Karakter Mahasiswa pada Workshop Persiapan Perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 Program Studi Sarjana Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada.

Dalam paparannya, Dr. Sri Kusrohmaniah menjelaskan bahwa DPA merupakan figur yang memiliki posisi strategis dalam mendampingi mahasiswa selama menjalani kehidupan akademik. Pendampingan tersebut tidak hanya berfokus pada perencanaan studi dan penyelesaian permasalahan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang menjadi fondasi keberhasilan mahasiswa pada masa depan.

Menurutnya, interaksi yang terjalin secara konsisten antara dosen dan mahasiswa dapat menjadi ruang yang efektif untuk menumbuhkan berbagai nilai positif, seperti integritas, tanggung jawab, kemandirian, kemampuan beradaptasi, serta ketangguhan dalam menghadapi tantangan. Oleh karena itu, proses pembimbingan akademik perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka, empatik, dan berorientasi pada pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh.

Dr. Sri Kusrohmaniah juga menekankan pentingnya peran DPA dalam mengenali kebutuhan dan kondisi mahasiswa sejak dini. Dengan memahami latar belakang, dinamika, maupun tantangan yang dihadapi mahasiswa, DPA dapat memberikan pendampingan yang lebih tepat sasaran serta membantu mahasiswa mengembangkan strategi belajar dan keterampilan hidup yang mendukung keberhasilan akademik maupun personal.

Melalui sesi ini, dosen di lingkungan Program Studi Sarjana Farmasi diajak untuk memperkuat perannya sebagai pembimbing akademik yang tidak hanya berkontribusi terhadap capaian akademik mahasiswa, tetapi juga terhadap pembentukan karakter dan kesejahteraan psikologis mahasiswa. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang suportif sekaligus menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan di dunia profesional.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan kualitas pembimbingan akademik, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui dukungan terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas disiplin untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi.

Share this post
Type Keyword to Search