Yogyakarta, 26 Agustus 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “Shaping the Future of Drug Discovery: AI-Assisted Design, Chemical Biology, and Precision Oncology” pada Rabu (26/8). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB di Auditorium Lantai 8 Gedung APSLC Fakultas Farmasi UGM ini dilaksanakan secara terbuka bagi seluruh mahasiswa Fakultas Farmasi UGM dan para peneliti di bidang terkait.
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Hiroyuki Nakamura dari Institute of Science Tokyo sebagai narasumber dan Dr. apt. Rohmad Yudi Utomo, M.Sc. sebagai moderator. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai perkembangan terkini dalam penemuan dan pengembangan obat, khususnya pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence), pendekatan chemical biology, serta penerapan precision oncology dalam menjawab tantangan pengobatan modern.
Dalam pemaparannya, Prof. Hiroyuki Nakamura membahas berbagai perkembangan dan pendekatan yang dapat mendukung proses penemuan obat secara lebih inovatif dan presisi. Pemanfaatan teknologi AI dalam desain obat menjadi salah satu perkembangan penting yang berpotensi mempercepat identifikasi kandidat obat dan membantu peneliti memahami interaksi molekuler secara lebih mendalam. Pendekatan chemical biology juga berperan dalam menghubungkan pemahaman mengenai proses biologis dengan pengembangan senyawa terapeutik, sementara precision oncology membuka peluang pengembangan terapi yang lebih sesuai dengan karakteristik biologis setiap pasien.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Farmasi UGM dalam memperluas wawasan mahasiswa terhadap perkembangan ilmu dan teknologi di bidang kefarmasian sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional. Interaksi langsung dengan pakar dari Institute of Science Tokyo diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai arah perkembangan riset penemuan obat di masa depan.
Penyelenggaraan Guest Lecture ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3, Good Health and Well-being, melalui penguatan pengetahuan dan inovasi di bidang penemuan serta pengembangan obat, SDG 4, Quality Education melalui penyediaan pembelajaran berbasis perkembangan ilmu pengetahuan terkini, dan SDG 17, Partnerships for the Goals melalui penguatan kolaborasi akademik dan jejaring internasional.
Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi UGM terus mendorong mahasiswa untuk memahami perkembangan teknologi dan pendekatan multidisipliner yang berpotensi membentuk masa depan ilmu kefarmasian. Kolaborasi akademik internasional diharapkan dapat semakin memperkuat kontribusi Fakultas Farmasi UGM dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang kesehatan.
Penulis: Rizqi Vazrin | Editor: Fathul | Foto : Gilang


