Mahasiswa Farmasi UGM Jadi Bagian dari Tim Lintas Disiplin Pengembang AURORA untuk Ketahanan Pangan, Air, dan Energi

Yogyakarta, 3 September 2026 — Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi melalui keterlibatannya dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK) yang berhasil memperoleh pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Sistem Informasi Belmawa (Simbelmawa).

Mahasiswa Fakultas Farmasi UGM, Rayhana Azzahra Kusmana, menjadi salah satu anggota tim lintas disiplin yang mengembangkan gagasan “Integrasi Panel Surya dan Atmospheric Water Generator Guna Mengatasi Krisis Air, Pangan, dan Energi” melalui inovasi bernama AURORA (Autonomous Utility for Renewable Resources). Tim tersebut diketuai oleh Orva Linnisa Husaina dari S1 Teknik Fisika dan melibatkan mahasiswa dari berbagai bidang, yaitu Arfa Fadilah Ramadhan dari S1 Teknik Kimia, Nayaka Sandya Kesuma dari D4 Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, serta Faqih Zulfikar Alkaha dari S1 Teknik Elektro.

Keberhasilan tim memperoleh pendanaan PKM menjadi capaian yang membanggakan, mengingat seleksi PKM 2026 diikuti oleh 21.237 proposal yang masuk ke Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa). Tim tersebut dibimbing oleh Budi Sumanto, S.Si., M.Eng.

AURORA dikembangkan sebagai gagasan ekosistem utilitas cerdas yang mengintegrasikan teknologi energi terbarukan, penyediaan air, dan sistem pertanian dalam satu sistem yang berkelanjutan. Konsep tersebut memanfaatkan panel surya bifacial sebagai sumber energi terbarukan dan Atmospheric Water Generator (AWG) berbasis kondensasi untuk menghasilkan air dari udara. Sistem juga mengusung konsep green passive building serta pemanfaatan teknologi AI-IoT untuk mendukung pengelolaan energi dan irigasi secara real-time.

Dalam konsep pertanian yang dikembangkan, berbagai parameter seperti kapasitas, nutrisi, pH, suhu air, hingga kondisi tanaman dirancang untuk dapat dipantau dan dikendalikan secara otomatis. Integrasi berbagai teknologi tersebut ditujukan untuk mendukung kemandirian air, pangan, dan energi, terutama dalam menghadapi tantangan keterbatasan lahan dan kebutuhan akan sistem pertanian yang lebih efisien.

Sebagai mahasiswa Farmasi UGM yang terlibat dalam tim, Rayhana turut berkontribusi dalam pengembangan dan penyampaian gagasan melalui format Video Gagasan Konstruktif. Menurutnya, penyampaian konsep AURORA menjadi tantangan tersendiri karena gagasan yang bersifat multidisiplin perlu dikemas agar dapat dipahami oleh masyarakat maupun dewan juri.

“Menyampaikan gagasan inovasi tentu memiliki tantangan tersendiri agar menarik dan mudah dipahami. Oleh karena itu, dalam video tersebut kami memadukan teknik sinematografi dan storytelling yang kuat, serta didukung oleh visualisasi animasi 3D dan tracking augmented reality (AR) game user interface (UI). Melalui perpaduan ini, penonton bisa melihat cara kerja AURORA secara visual,” ujar Rayhana.

Melalui keterlibatan dalam tim, Rayhana mendapatkan pengalaman bekerja dalam lingkungan kolaboratif bersama mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu. Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa penyelesaian persoalan kompleks, termasuk isu ketahanan pangan, air, dan energi, membutuhkan kontribusi keilmuan yang beragam serta kemampuan untuk mengintegrasikan perspektif lintas bidang.

Bagi Fakultas Farmasi UGM, capaian ini juga menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan gagasan inovatif yang tidak terbatas pada bidang kefarmasian, tetapi dapat berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu. Keterlibatan mahasiswa Farmasi dalam tim AURORA menunjukkan pentingnya kemampuan berpikir lintas bidang dan berkolaborasi dalam menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Gagasan AURORA turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 6 (Clean Water and Sanitation), SDG 7 (Affordable and Clean Energy), SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), SDG 13 (Climate Action), dan SDG 15 (Life on Land) melalui integrasi teknologi untuk mendukung ketahanan pangan, air, energi, inovasi, serta pembangunan yang berkelanjutan.

Melalui capaian ini, Fakultas Farmasi UGM terus mendorong mahasiswa untuk berani mengembangkan gagasan dan berkolaborasi lintas disiplin. AURORA diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan dalam kompetisi, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan solusi inovatif yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan, air, serta energi di masa depan.

Instagram : pkmvgkugm_aurora | Facebook : pkmvgkugm_aurora | Tiktok :  pkmvgkugm_aurora | Youtube :  pkmvgkugm_aurora

Share this post
Type Keyword to Search