Dosen Fakultas Farmasi UGM Raih Dua Best Oral Presenter pada 5th HSIC dan 17th ISCC Annual Meeting

Malang, 29 Agustus 2026 — Dua dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih penghargaan Best Oral Presenter pada The 5th Health Science International Conference (HSIC) dan 17th ISCC Annual Meeting. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Malang, Jawa Timur, pada 28–29 Agustus 2026. Konferensi yang mengangkat tema Recent Advances in the Prevention, Treatment, and Supporting Cares for Cancer and Chronic Diseases tersebut menjadi forum internasional untuk mendiseminasikan perkembangan penelitian dan inovasi dalam pencegahan, pengobatan, rehabilitasi, serta supportive care kanker dan penyakit kronis.

Dua penghargaan Best Oral Presenter diraih oleh Dr. apt. Muthi’ Ikawati, M.Sc. melalui penelitian mengenai kombinasi Pentagamavunon-1 dan diosmin dalam modulasi ekspresi PD-L1 dan autofagi pada triple-negative breast cancer. Sementara itu, Dr.rer.nat. apt. Raisatun Nisa Sugiyanto, M.Sc. juga memenangkan kategori yang sama melalui penelitian mengenai potensi terapeutik dan mekanisme molekuler methyl carbamate ester yang diisolasi dari Spatholobus littoralis pada hepatobiliary carcinoma. Kedua penelitian tersebut merepresentasikan upaya pengembangan pendekatan farmasi dalam memahami mekanisme molekuler kanker sekaligus mengeksplorasi kandidat potensial untuk pengembangan terapi.

Kontribusi dosen Fakultas Farmasi UGM dalam konferensi ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3, Good Health and Well-being melalui penelitian yang berfokus pada pencegahan dan pengembangan pendekatan terapi untuk kanker dan penyakit kronis; SDG 9, Industry, Innovation and Infrastructure melalui pengembangan inovasi berbasis ilmu farmasi, bahan alam, dan pendekatan molekuler untuk mendukung penemuan serta pengembangan kandidat terapeutik; serta SDG 17, Partnerships for the Goals melalui diseminasi penelitian, pertukaran pengetahuan, dan penguatan jejaring kolaborasi akademik pada tingkat nasional maupun internasional. Keterlibatan tersebut memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Konferensi yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan dan Farmasi UMM bekerja sama dengan Indonesian Society for Cancer Chemoprevention (ISCC) menghadirkan akademisi, peneliti, tenaga kesehatan, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan. Sejumlah keynote dan invited speakers dari dalam dan luar negeri turut memberikan perspektif mengenai perkembangan mutakhir dalam penanganan kanker dan penyakit kronis.

Prof. Hiroyuki Nakamura dari Institute of Science Tokyo, Jepang, misalnya, membahas “Shaping the Future of Drug Discovery: AI-Assisted Design, Chemical Biology, and Precision Oncology.” Paparan tersebut mengangkat pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam analisis hubungan struktur–aktivitas untuk penemuan kandidat obat, pengembangan chemical biology, serta terapi kanker presisi. Materi juga mencakup perkembangan Boron Neutron Capture Therapy (BNCT), terutama strategi untuk meningkatkan selektivitas penghantaran boron ke jaringan tumor. Selain penelitian kanker, Prof. Nakamura turut membahas pendekatan SAR Matrix dan SAR Transfer dalam pengembangan turunan kurkumin yang berpotensi terhadap agregasi amyloid-beta pada penyakit Alzheimer.

Sementara itu, Emmy Hainida Khairul Ikram, Ph.D. dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, membahas mekanisme molekuler antioksidan dari bahan pangan alami dalam regulasi reactive oxygen species (ROS) dan kaitannya dengan kanker. Materi lainnya mencakup chemoprevention of liver cancer by retinoids, precision cancer therapy, physical rehabilitation and exercise oncology, phytochemical screening, targeted drug delivery systems, quality of life, serta supportive and palliative care pada pasien dengan penyakit kronis dan kanker.

Dengan diraihnya dua penghargaan Best Oral Presenter, dosen Fakultas Farmasi UGM turut memperkuat capaian sivitas akademika Fakultas Farmasi UGM yang secara keseluruhan meraih lima penghargaan dalam konferensi tersebut. Selain dua penghargaan yang diraih dosen, tiga penghargaan lainnya diraih mahasiswa pascasarjana, yaitu satu Best Oral Presenter oleh mahasiswa Program Doktor Ilmu Farmasi, satu Best Oral Presenter oleh mahasiswa Program Magister Ilmu Farmasi, dan satu 3rd Best Poster oleh mahasiswa Program Magister Ilmu Farmasi.

Share this post
Type Keyword to Search