Koordinasi Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dalam Rangka Lustrum XVI Fakultas Farmasi UGM

Yogyakarta, 22 Juli 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan rapat koordinasi dalam rangka persiapan kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari rangkaian Lustrum XVI. Rapat ini dihadiri oleh Ketua Panitia Lustrum XVI Fakultas Farmasi UGM, Dr.rer.nat. apt. Yosi Bayu Murti, M.Si., Koordinator Kegiatan Pengabdian Masyarakat Dr. Djoko Santoso, M.Si., perwakilan dari Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, serta perwakilan dari Padukuhan Karanggayam dan Blimbingsari sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang direncanakan berupa layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat, meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Selain itu, akan dilaksanakan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan yang mencakup DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar), penggunaan obat yang rasional, kepatuhan dalam mengonsumsi obat, serta pencegahan penyakit tidak menular.

Pelaksanaan kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan dari RSA UGM, yaitu dokter dan perawat yang akan melakukan pemeriksaan kesehatan. Obat-obatan untuk peserta akan disediakan oleh PT Dexa Medica sebagai mitra sponsor kegiatan, sementara RSA UGM juga akan mendukung dengan penyediaan vitamin. Dosen Fakultas Farmasi UGM turut berperan sebagai apoteker dalam kegiatan ini dalam memberikan obat beserta informasi penggunaannya. Kegiatan direncanakan berlangsung pada Sabtu–Minggu, 1–2 Agustus 2026, bertempat di Balai Padukuhan Karanggayam dan Sendowo.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi UGM berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya di lingkungan sekitar kampus. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) melalui edukasi kesehatan kepada masyarakat, poin ke-10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui peningkatan akses layanan kesehatan, serta poin ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara institusi pendidikan, fasilitas layanan kesehatan, dan sektor industri.

Share this post
Type Keyword to Search