Klaten, 27 Juli 2026—Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada mengenalkan konsep One Health kepada masyarakat Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, melalui edukasi dan pemanfaatan bahan herbal. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Detrisia Desilia Christina Bansaleng, mahasiswa Program Studi Sarjana Fakultas Farmasi UGM, bersama Chairunisa Bethari Sabrina Rosyady, mahasiswa Program Studi Kedokteran Hewan UGM, dalam mengenalkan keterkaitan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan di kawasan lereng Gunung Merapi.
Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai konsep One Health, yaitu pendekatan yang melihat kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan sebagai satu kesatuan yang saling berkaitan. Konsep tersebut diperkenalkan dengan menyesuaikan kondisi masyarakat Balerante yang hidup berdampingan dengan lingkungan alam dan aktivitas peternakan. Edukasi ini menjadi dasar untuk mengenalkan berbagai upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat dalam menjaga kesehatan hewan sekaligus lingkungan di sekitar tempat tinggal dan peternakan.
Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan penerapan konsep One Health melalui dua kegiatan yang dikembangkan berdasarkan bidang keilmuan masing-masing mahasiswa. Chairunnisa, selaku mahasiswa Kedokteran Hewan, mengenalkan pembuatan probiotik herbal untuk ternak, sedangkan Detrisia, yang berlatarbelakang mahasiswa Farmasi, mengenalkan pembuatan dan penggunaan bio-disinfektan herbal sebagai salah satu upaya mendukung kebersihan dan biosekuriti lingkungan peternakan.
Dalam workshop pembuatan bio-disinfektan, masyarakat diperkenalkan dengan pemanfaatan bahan yang mudah ditemukan di sekitar, yaitu daun sirih, serai, dan kulit jeruk. Pemanfaatan kulit jeruk juga dikaitkan dengan potensi lokal Desa Balerante yang memiliki kawasan wisata petik jeruk. Dengan demikian, bagian kulit jeruk yang selama ini menjadi sisa dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan yang memiliki nilai guna.
Sementara itu, melalui workshop probiotik herbal, masyarakat diperkenalkan pada pemanfaatan bahan alami berupa kunyit, temulawak, daun pepaya, tetes tebu, dan EM4 dalam mendukung pemeliharaan kesehatan ternak. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi mengenai alternatif pemanfaatan sumber daya lokal yang dapat diterapkan dalam pemeliharaan ternak di tingkat masyarakat.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan konsep One Health secara sederhana di masyarakat. Probiotik herbal diarahkan pada pemeliharaan kesehatan hewan, sementara bio-disinfektan herbal mendukung kebersihan dan biosekuriti lingkungan peternakan. Keduanya memiliki keterkaitan dengan kesehatan masyarakat karena manusia, hewan, dan lingkungan hidup saling berhubungan dalam ruang.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 3, Good Health and Well-being, melalui edukasi One Health yang mendorong upaya promotif dan preventif dalam menjaga kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Selain itu, pemanfaatan kulit jeruk serta berbagai bahan herbal lokal sebagai bio-disinfektan dan probiotik mencerminkan implementasi SDG 12, Responsible Consumption and Production, dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia dan meningkatkan nilai guna limbah organik. Di kawasan lereng Merapi, penerapan praktik biosekuriti dan pemeliharaan kesehatan ternak berbasis bahan alam juga berkontribusi pada SDG 15, Life on Land, melalui upaya menjaga kualitas lingkungan dan mendukung pengelolaan ekosistem daratan yang lebih berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PPM UGM tidak hanya mengenalkan konsep One Health, tetapi juga mendorong masyarakat untuk melihat potensi bahan yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kebersihan. Pemanfaatan bahan lokal tersebut diharapkan dapat mendukung penerapan One Health sekaligus menjadi bagian dari pengembangan potensi Desa Balerante dan kawasan lereng Merapi secara berkelanjutan.
Penulis: Detrisia Desilia Christina Bansaleng dan Chairunisa Bethari Sabrina Rosyady | Editor: Fathul



