Yogyakarta, 28 Agustus 2026 — Kanker payudara masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan serius di dunia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022, terdapat sekitar 2,3 juta kasus baru dan 670.000 kematian akibat kanker payudara secara global. Angka kejadian tersebut terus meningkat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu sub-tipe yang menjadi perhatian adalah Triple-Negative Breast Cancer (TNBC), yang dikenal memiliki karakteristik agresif dan tingkat metastasis yang tinggi.
Kemoterapi masih menjadi salah satu modalitas terapi utama dalam penanganan kanker, termasuk TNBC, karena belum tersedianya terapi target yang efektif. Namun, penggunaannya masih menghadapi berbagai keterbatasan, seperti risiko resistensi obat dan efek sistemik yang luas. Kondisi tersebut mendorong perlunya eksplorasi sumber bahan alam sebagai salah satu alternatif dalam pencarian kandidat terapi kanker yang potensial.
Berangkat dari permasalahan tersebut, tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) di bawah bimbingan dr. Dwi Aris Agung Nugrahaningsih, M.Sc., Ph.D., melalui Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE), menghadirkan BIXINHOPE. Tim yang terdiri atas Haafizh Azmi Khairiil Qais sebagai ketua yang beranggotakan Amyra Salma Arma Putri, Pradipta Ayman Subagyo, Jasmine Allisya Zahwa dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) serta Madeline Manik dari Fakultas Farmasi, mengeksplorasi potensi biji kesumba keling (Bixa orellana) sebagai kandidat antikanker payudara.

Biji kesumba keling (Bixa orellana) menjadi salah satu bahan alam potensial karena mengandung senyawa bioaktif seperti bixin dan norbixin yang memiliki beragam aktivitas biologis. Melalui BIXINHOPE, potensi tersebut dieksplorasi sebagai kandidat antikanker, khususnya terhadap Triple-Negative Breast Cancer (TNBC). “Biji kesumba keling dalam penelitian ini dikembangkan sebagai terapi adjuvan, bukan untuk menggantikan kemoterapi. Penelitian ini menjadi langkah awal dalam mengeksplorasi potensinya sebagai kandidat antikanker yang dapat dikembangkan lebih lanjut,” ujar Haafizh Azmi Khairiil Qais, ketua tim BIXINHOPE.
Penelitian ini berfokus pada Matrix Metalloproteinase-9 (MMP-9), protein yang berperan dalam migrasi dan metastasis sel kanker. Pengaruh Bixa orellana terhadap ekspresi MMP-9 dikaji pada sel kanker payudara MDA-MB-231 melalui pendekatan in silico dan in vitro. Penelitian dilakukan secara bertahap, diawali dengan pendekatan in silico untuk memprediksi interaksi senyawa bioaktif Bixa orellana dengan target protein MMP-9. Saat ini, penelitian memasuki tahap in vitro dengan menguji pemberian ekstrak biji kesumba keling pada sel kanker payudara MDA-MB-231 untuk melihat pengaruhnya terhadap viabilitas, migrasi, dan ekspresi gen terkait.
BIXINHOPE turut mendukung SDG 3 Good Health and Well-being melalui eksplorasi kandidat terapi kanker payudara, SDG 9 Industry, Innovation and Infrastructure melalui pengembangan inovasi berbasis bahan alam dan teknologi biomedis, serta SDG 12 Responsible Consumption and Production melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan untuk pengembangan kandidat antikanker.
Sebagai bagian dari upaya mahasiswa UGM menggali potensi kekayaan hayati Indonesia, penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan Bixa orellana sebagai kandidat antikanker, khususnya dalam menghadapi tantangan TNBC. Sejalan dengan slogan “Small Seed, Big Hope Against Breast Cancer”, BIXINHOPE membawa harapan bahwa dari sebuah biji kecil dapat lahir inovasi besar bagi kesehatan.
Penulis: Madeline Manik | Editor: Fathul | Foto: Madeline Manik


