Yogyakarta, 5 September 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Uji Klinik Kosmetik bertajuk “Menuju Pengembangan Kosmetik Indonesia yang Bermutu dan Terpercaya” pada Kamis hingga Sabtu, 3–5 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung APSLC Lantai 8 Fakultas Farmasi UGM, tersebut diikuti oleh 60 peserta memenuhi kuota yang telah disiapkan.
Workshop ini dirancang sebagai forum pembelajaran dan penguatan kapasitas bagi para peserta dalam memahami berbagai aspek uji klinik kosmetik, mulai dari regulasi, prinsip Cara Uji Klinik yang Baik (CUKB), penilaian keamanan bahan kosmetik, penyusunan protokol, metode uji klinik, statistik dan rekrutmen subjek, informed consent, hingga penyiapan dokumen uji klinik. Melalui kegiatan ini, peserta juga memperoleh kesempatan untuk berdiskusi langsung dengan akademisi, praktisi, regulator, serta tenaga ahli yang memiliki pengalaman dalam pelaksanaan dan pengawasan uji klinik.

Kegiatan hari pertama diawali dengan pembukaan yang meliputi pemutaran video, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Satibi, S.Si., M.Si. Setelah pembukaan, peserta mengikuti pre-test Good Clinical Practice (GCP) sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran. Sesi materi kemudian dibuka dengan topik Regulasi Uji Klinik di Indonesia dan Prinsip CUKB yang disampaikan oleh Drs. apt. Hary Wahyu Triestanto Wibowo, InaREC Expert/Konsultan Uji Klinik.
Pembahasan dilanjutkan dengan materi Penilaian Keamanan Bahan Kosmetik oleh Prof. Dr. apt. Arief Nurrochmad, M.Si., M.Sc., dari Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi UGM. Peserta kemudian mendapatkan pemaparan mengenai Pedoman Uji Klinik Kosmetik dan Claim Support untuk Kosmetik dari Dra. apt. Mayagustina Andarini, M.Sc., Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Utama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. Hari pertama ditutup dengan materi Pengenalan Komite Etik Kesehatan dan Pertimbangan Etik dalam Uji Klinik Kosmetik yang disampaikan oleh Prof. dr. Tri Wibawa, Ph.D., Sp.MK(K), Ketua Komisi Etik Penelitian FK-KMK UGM dan RSUP Dr. Sardjito.
Pada hari kedua, peserta memperdalam aspek teknis uji klinik kosmetik melalui materi Metode Uji Klinik Kosmetik yang disampaikan oleh dr. Flandiana Yogianti, Ph.D., Sp.D.V.E., Subsp.D.K.E., dari Departemen Dermatologi dan Venereologi, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM. Selanjutnya, Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati dari Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinik, Fakultas Farmasi UGM, menyampaikan materi mengenai Proses Penyusunan Protokol Uji.

Pembelajaran dilanjutkan dengan materi Statistik Perhitungan Subjek, Rekrutmen Subjek Uji Klinik, dan Informed Consent yang disampaikan oleh Prof. Dr. dr. Rizaldy Taslim Pinzon, Sp.N., M.Kes., dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana dan RS Bethesda Yogyakarta. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai Penyiapan Dokumen Uji melalui sesi yang menghadirkan Dra. apt. Mayagustina Andarini, M.Sc. dan Drs. apt. Hary Wahyu Triestanto Wibowo. Rangkaian hari kedua turut memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman dan mendiskusikan berbagai tantangan dalam pelaksanaan uji klinik kosmetik.
Hari ketiga difokuskan pada kegiatan yang lebih aplikatif. Peserta dibagi dalam kelompok untuk melakukan penyusunan protokol uji klinik dengan pendampingan para fasilitator, yaitu Dra. apt. Mayagustina Andarini, M.Sc., Drs. apt. Hary Wahyu Triestanto Wibowo, Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati, dan Prof. Dr. apt. Arief Nurrochmad, M.Si., M.Sc. Kegiatan kelompok ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama dua hari sebelumnya ke dalam penyusunan protokol uji klinik.
Selain kegiatan penyusunan protokol, peserta juga melakukan kunjungan ke Laboratorium Kosmetik Fakultas Farmasi UGM untuk memperoleh gambaran secara langsung mengenai fasilitas dan aktivitas laboratorium yang mendukung pengembangan dan pengujian produk kosmetik. Kunjungan tersebut diawali dengan penjelasan mengenai Laboratorium Kosmetik Fakultas Farmasi UGM, termasuk fasilitas di Lantai V dan Unit II. Rangkaian workshop kemudian dilanjutkan dengan post-test GCP, penyampaian kesan dan pesan peserta, serta penutupan.

Pada kegiatan penutupan, peserta disambut oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr.rer.nat. Raden Rara Endang Lukitaningsih, S.Si., M.Si., Apt. Penutupan menjadi momentum untuk merefleksikan proses pembelajaran selama tiga hari sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, regulator, industri, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pengembangan kosmetik Indonesia yang aman, bermutu, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Pelaksanaan Workshop Uji Klinik Kosmetik turut mendukung pencapaian beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia yang terlibat dalam pengembangan serta pengujian produk kosmetik. Kegiatan ini juga mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure dengan memperkuat kapasitas riset, pengujian, dan inovasi yang menjadi fondasi pengembangan industri kosmetik berbasis bukti ilmiah. Selanjutnya, SDG 12: Responsible Consumption and Production tercermin melalui penguatan pemahaman mengenai keamanan, mutu, dan pembuktian klaim produk sebelum digunakan oleh masyarakat. Kolaborasi antara akademisi, regulator, praktisi, dan industri dalam kegiatan ini turut memperkuat SDG 17: Partnerships for the Goals, khususnya dalam membangun ekosistem kolaboratif untuk mendukung kemajuan industri kosmetik Indonesia.
Dengan terselenggaranya workshop ini, Fakultas Farmasi UGM terus memperkuat perannya dalam menyediakan ruang pembelajaran dan kolaborasi yang mendukung pengembangan industri kosmetik nasional. Melalui pemahaman yang lebih baik mengenai regulasi, metodologi, etika, keamanan, serta penyusunan protokol uji klinik, peserta diharapkan mampu berkontribusi dalam menghasilkan produk kosmetik Indonesia yang tidak hanya inovatif, tetapi juga aman, bermutu, dan terpercaya.
Penulis: Rizqi Vazrin Foto: Deny


