Fakultas Farmasi UGM Hadirkan Pakar BNCT Jepang dalam Guest Lecture Bahas Inovasi Terapi Kanker Berbasis Boron

Yogyakarta, 22 Juli 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) menyelenggarakan kegiatan Guest Lecture yang menghadirkan pakar bidang Boron Neutron Capture Therapy (BNCT), Prof. Mitsunori Kirihata, Ph.D. dari Osaka Metropolitan University, Jepang. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Pimpinan Lantai 7 Gedung APSLC Fakultas Farmasi UGM ini mengangkat tema “The Application of Boron and Boron-Sugar Complexes for Cancer Therapy and the Future Opportunities for BNCT in Indonesia”.

Kuliah tamu ini menjadi wadah pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan mutakhir terapi kanker berbasis senyawa boron, khususnya pemanfaatan boron dan boron-sugar complexes sebagai komponen penting dalam teknologi BNCT. Dalam paparannya, Prof. Kirihata menjelaskan berbagai hasil riset yang telah berkembang di Jepang, tantangan dalam pengembangan agen boron yang efektif, serta peluang implementasi BNCT di Indonesia sebagai salah satu pendekatan terapi kanker yang lebih presisi.

Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi multidisiplin antara bidang farmasi, kimia, fisika nuklir, kedokteran, dan bioteknologi dalam mempercepat pengembangan teknologi BNCT. Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan riset dan ekosistem pendukung terapi kanker berbasis teknologi melalui sinergi antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, fasilitas kesehatan, serta pemerintah.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Dr. apt. Muthi’ Ikawati, M.Sc. ini terbuka bagi dosen, mahasiswa program magister dan doktor, serta mahasiswa dari bidang farmasi, sains, matematika, dan bioteknologi. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya minat sivitas akademika terhadap perkembangan riset kanker dan teknologi kesehatan yang berpotensi memberikan dampak nyata bagi peningkatan layanan kesehatan di Indonesia.

Penyelenggaraan Guest Lecture ini sekaligus memperkuat komitmen Fakultas Farmasi UGM dalam membangun jejaring akademik internasional dan menghadirkan ilmuwan kelas dunia sebagai bagian dari upaya memperkaya wawasan sivitas akademika terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi farmasi.

Kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan inovasi terapi kanker yang berpotensi meningkatkan kualitas layanan kesehatan, SDG 4 (Quality Education) dengan menghadirkan akses pembelajaran langsung dari pakar internasional bagi sivitas akademika, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi riset dan pertukaran pengetahuan antara Universitas Gadjah Mada dan Osaka Metropolitan University dalam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang kesehatan.

Share this post
Type Keyword to Search