Yogyakarta, 18 Mei 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) turut berpartisipasi dalam ajang bergengsi Indonesia Cosmetics Ingredients (ICI) yang diselenggarakan di JIExpo, Jakarta baru-baru ini. Kehadiran Fakultas Farmasi UGM dalam pameran dan forum internasional ini menjadi momentum strategis untuk mempresentasikan hasil-hasil riset terbaru melalui pemaparan bertajuk “Current Innovations in Cosmetic Research at Faculty of Pharmacy-UGM”, sekaligus memperkuat jejaring kemitraan global di sektor kosmetik.
Sebagai tempat berkumpulnya para pelaku industri, bahan baku, dan pengembang kosmetik, ajang ICI dimanfaatkan oleh Fakultas Farmasi UGM untuk membagikan hasil penelitian serta bertukar pengalaman terkait tantangan dalam pengembangan produk kosmetik di Indonesia. Keterlibatan aktif ini didasari oleh realitas bahwa kosmetik merupakan salah satu bidang keilmuan farmasi yang saat ini tengah mengalami pertumbuhan pasar yang sangat pesat. Langkah ini juga menjadi salah satu upaya nyata fakultas untuk terus memacu dan mengeksplorasi potensi riset kosmetik yang dinilai masih perlu ditingkatkan, di mana salah satu strategi utamanya adalah melalui kolaborasi erat dengan para mitra industri dan institusi pendidikan lainnya.
Guna mendukung ekosistem riset yang kompetitif, Fakultas Farmasi UGM saat ini telah meresmikan fasilitas laboratorium kosmetik terintegrasi. Fasilitas ini dilengkapi dengan berbagai peralatan penunjang untuk proses pembuatan hingga analisis kualitas produk kosmetik secara komprehensif, serta didukung oleh fasilitas hewan uji (animal facilities) khusus untuk menjamin pengujian keamanan produk kosmetik. Kesiapan infrastruktur ini menegaskan bahwa hilirisasi riset kosmetik dari kampus menuju pasar siap dijalankan secara optimal.
Melalui partisipasi ini, Fakultas Farmasi UGM menegaskan komitmennya terhadap pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui perluasan wadah belajar praktis mahasiswa, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan memacu inovasi produk kosmetik lokal, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pembangunan ekosistem kolaboratif yang solid antara akademisi dan industri kosmetik nasional.


