Klaten, 9 Mei 2026 — Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Pemertahanan dan Pelestarian Tradisi Tatah Sungging Wayang Kulit di Desa Butuh, Sidowarno, Wonosari, Kabupaten Klaten melalui Peningkatan Kemampuan dan Pameran Produk Unggulan Masyarakat” pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Butuh, Desa Sidowarno, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, yang sejak tahun 1960 dikenal sebagai salah satu sentra tatah sungging wayang kulit gaya Surakarta. Namun demikian, industri kerajinan tradisional tersebut menghadapi berbagai tantangan, diantaranya pergeseran kawasan sekitar menjadi wilayah industri modern, sulitnya regenerasi perajin wayang kulit, keterbatasan akses permodalan, serta minimnya pengetahuan teknis terkait pembuatan wayang dan pengolahan kulit sebagai bahan baku.
Melalui program ini, UGM berupaya mendukung pelestarian tradisi tatah sungging wayang kulit sekaligus memberdayakan para perajin dan pelaku industri wisata lokal. Kegiatan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai budaya dan potensi ekonomi dari kerajinan wayang kulit gaya Surakarta sebagai identitas budaya lokal yang bernilai tinggi.
Program pengabdian ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin antara Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Peternakan, Fakultas Farmasi, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UGM. Dari Fakultas Farmasi, kegiatan ini diinisiasi oleh Dr. apt. Agustina Ari Murti Budi Hastuti, M.Sc.
Salah satu sesi kegiatan menghadirkan penyampaian materi oleh apt. Puguh Indrasetiawan, M.Sc., Ph.D. yang turut memberikan wawasan terkait ……. dalam rangkaian kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis kolaborasi multidisiplin.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dimensi keilmuan dan kebudayaan dari tradisi tatah sungging wayang kulit gaya Surakarta kepada para perajin maupun pelaku industri wisata setempat, seperti pengelola desa wisata, administrator media sosial, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga pemandu wisata. Selain itu, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan minat generasi muda di Dusun Butuh agar turut melestarikan tradisi tatah sungging melalui berbagai metode pembelajaran dan sosialisasi.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan juga berfokus pada peningkatan kemampuan teknis dan efisiensi kerja para perajin melalui pengayaan motif tatahan, teknik sungging, pola (blak), dan wanda wayang guna meningkatkan daya saing dan nilai ekonomis produk. Peserta juga memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai konsep visual wayang kulit gaya Surakarta sebagai ciri khas produk Desa Wisata Wayang Butuh, Sidowarno, Klaten.
Sebagai bagian dari upaya penguatan promosi produk unggulan masyarakat, kegiatan ini turut menghadirkan eksposur media, pameran, dan promosi produk tatah sungging wayang kulit di berbagai ruang strategis guna memperluas pengenalan produk kerajinan masyarakat ke tingkat nasional.
Program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan industri kreatif berbasis budaya, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi dan keberlanjutan industri kerajinan tradisional.


