Yogyakarta, 13 Mei 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan beberapa penghargaan bagi lulusan Program Studi Profesi Apoteker dalam rangkaian kegiatan sumpah apoteker yang diikuti oleh sebanyak 63 peserta. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi atas capaian akademik, profesionalisme, serta dedikasi para lulusan selama menempuh pendidikan profesi apoteker.
Dalam kesempatan tersebut, Fakultas Farmasi UGM bekerja sama dengan mitra industri farmasi memberikan sejumlah penghargaan kepada lulusan terbaik melalui Dexa Award, Novell Award, dan Pharmacy Award.
Penghargaan Dexa Award diserahkan oleh perwakilan PT. Inertia Utama (Dexa Group), Bapak Mateus Ramidi, selaku Corporate Social Responsibility Manager Dexa Group, kepada Apt.Annisa Rizka Nirmala, S.Farm., atas prestasi dan capaian akademiknya.
Selanjutnya, penghargaan Novell Award diberikan oleh perwakilan PT. Novell Pharmaceutical Group, Bapak Soejono Sasongko, selaku Associate Human Resource Plant Manager PT. Novell Pharmaceutical Group. Penghargaan ini diterima oleh Apt. Chantya Anindita Putri, S.Farm. dan Apt. Tania Audria Sutopo, S.Farm.
Sementara itu, Pharmacy Award diserahkan langsung oleh Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Satibi, M.Si., kepada empat penerima penghargaan, yaitu: apt. Syakira Mumtaz, S.Farm; apt. Hasna Yumna Azizah, S.Farm; apt. Muhammad Falikhul Umam, S.Farm; dan apt. Archangela Audreys Reffriandi, S.Farm.
Prof. Satibi menyampaikan apresiasi kepada seluruh lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan profesi dengan baik. Ia berharap para apoteker baru dapat mengemban tanggung jawab profesi secara profesional, berintegritas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pelayanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan sumpah apoteker dan pemberian penghargaan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui penguatan kualitas tenaga kesehatan profesional, SDG 4: Quality Education melalui penyelenggaraan pendidikan tinggi kefarmasian yang unggul dan berorientasi pada kompetensi, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antara Fakultas Farmasi UGM dengan industri farmasi nasional dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia kesehatan. Sinergi antara institusi pendidikan dan dunia industri diharapkan mampu menciptakan apoteker yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.


