Bersama Menuju Kemandirian Kesehatan: Farmasi UGM dan PT. Etana Biotechnologies Indonesia Jalin Kolaborasi Riset Vaksin mRNA

Yogyakarta, 8 Mei 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima hibah reagen atau bahan sintesis dan analisis mRNA dari PT. Etana Biotechnologies Indonesia, perusahaan bioteknologi yang berlokasi di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta. Penyerahan hibah ini berlangsung pada Kamis (7/5), dan merupakan bentuk dukungan nyata industri bioteknologi nasional terhadap pengembangan riset vaksin mRNA di lingkungan Perguruan Tinggi Farmasi di Indonesia.

Kegiatan serah terima ini dihadiri oleh perwakilan dari kedua institusi. Fakultas Farmasi UGM diwakili oleh Prof. Dr.rer.nat. apt. Endang Lukitaningsih, M.Si., selaku Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia, sementara PT. Etana Biotechnologies Indonesia diwakili oleh apt. Christian Karol Saputra, M.Biotek., selaku Innovation Center Senior Manager. Kehadiran perwakilan dari kedua pihak mencerminkan keseriusan dan komitmen bersama dalam membangun kemitraan yang bermakna antara industri bioteknologi dan institusi akademik.

Hibah ini diberikan dalam rangka mendukung penelitian bertajuk “Pengembangan Vaksin mRNA Terapi untuk Triple-Negative Breast Cancer (TNBC)” yang tengah dilaksanakan oleh tim peneliti Farmasi UGM. Riset tersebut dipimpin oleh Prof. Dr.rer.nat. apt. Adam Hermawan, M.Sc. bersama sejumlah peneliti dari Laboratorium Rekayasa Makromolekul Fakultas Farmasi UGM. TNBC merupakan subtipe kanker payudara yang sangat agresif dan hingga kini masih menjadi tantangan besar dalam dunia onkologi, sehingga pengembangan pendekatan terapi berbasis mRNA diharapkan membuka cakrawala baru dalam penanganannya.

Prof. Endang menyampaikan bahwa hibah ini menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti bagi keberlanjutan riset sekaligus memperkuat hubungan kemitraan antara Fakultas Farmasi UGM dan industri farmasi.

“Kami berharap kerja sama antara Fakultas Farmasi UGM dan PT Etana terus berlangsung untuk pengembangan  penelitian dan di bidang lainnya yang menunjang akademik, pendidikan, dan pengajaran, sehingga dapat mengatasi permasalahan farmasi di tingkat global,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan industri seperti PT Etana membuka peluang yang lebih luas agar penelitian tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan nyata di masyarakat serta mendorong hilirisasi hasil riset.

Kerja sama ini menandai babak baru sinergi antara industri bioteknologi dan institusi akademik dalam mendorong kemandirian teknologi kesehatan nasional. PT. Etana Biotechnologies Indonesia, sebagai pionir industri bioteknologi di Indonesia, memandang kolaborasi dengan Fakultas Farmasi UGM sebagai investasi strategis untuk memperkuat ekosistem riset dan inovasi platform mRNA di tanah air. Dukungan yang diberikan diharapkan mampu mempercepat kemajuan riset dan menghasilkan luaran ilmiah yang berdampak luas bagi pengembangan terapi kanker di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada poin SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan inovasi terapi kanker, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan platform teknologi mRNA nasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi erat antara institusi akademik dan industri bioteknologi. Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model kemitraan produktif yang menginspirasi kolaborasi serupa di masa mendatang, demi mewujudkan kemandirian Indonesia dalam teknologi kesehatan berbasis bioteknologi mutakhir.

Kontributor: Prof. Adam | Editor: Fathul

Share this post
Type Keyword to Search