Yogyakarta 19 Mei 2026 — Mayyaza Urfa Karima, mahasiswa delegasi dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), sukses mengukir prestasi gemilang dengan meraih Juara 2 (1st Runner-Up) dalam ajang kompetisi kefarmasian bergengsi nasional, Pharmacito 2026, pada cabang lomba Patient Counseling Competition (PCC). Babak final kompetisi tersebut diselenggarakan secara luring pada Sabtu, 16 Mei 2026, bertempat di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
Ajang tahunan yang dipelopori oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi (Himfa) UMY ini mengusung tema yang sangat krusial, yaitu “SHIELD: Strengthening HIV Interventions Through Education, Literacy, and Development”. Melalui tema ini, para peserta ditantang untuk menunjukkan kompetensi klinis serta kemampuan komunikasi dalam mengedukasi masyarakat mengenai intervensi dan tata laksana penyakit HIV.
Kompetisi PCC ini berlangsung ketat melalui dua tahapan utama, yaitu babak seleksi dan babak final. Pada babak seleksi awal yang dilaksanakan secara daring, Mayyaza diminta untuk menyusun strategi dan membuat video konseling terstruktur berdasarkan studi kasus yang telah disiapkan oleh pihak panitia. Setelah menyisihkan berbagai kontestan dari perguruan tinggi lain di Indonesia, perwakilan Farmasi UGM ini berhasil mengamankan posisi untuk bertanding di babak final secara langsung di kampus UMY.
Pada babak final, tingkat kompleksitas kasus ditingkatkan dengan menghadirkan skenario pasien HIV yang memiliki komorbiditas Hepatitis C. Dalam babak penentuan ini, finalis diberikan waktu yang terbatas, yaitu 10 menit, untuk memecahkan masalah terkait obat (Drug-Related Problems/DRP) sekaligus menulis catatan materi konseling kepada pasien. Tantangan kemudian dilanjutkan dengan sesi simulasi konseling secara langsung. Pada sesi tersebut, Mayyaza diuji kemampuannya dalam melakukan komunikasi profesional, baik dalam menyampaikan interaksi klinis kepada dokter maupun dalam komunikasi langsung kepada pasien. Lewat penguasaan kasus klinis yang matang dan pembawaan yang tenang, ia berhasil membawa pulang trofi kemenangan.
Pencapaian ini mencerminkan komitmen kuat Fakultas Farmasi UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals). Kegiatan ini selaras dengan pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penyiapan calon apoteker yang cakap dalam memberikan edukasi penyakit menular demi meningkatkan kualitas hidup pasien, serta SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan mendorong mahasiswa mengasah keterampilan klinis dan komunikasi praktis di luar kurikulum reguler kelas.


