Yogyakarta, 15 Juli 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan Workshop Peninjauan Kurikulum 2026 Program Pascasarjana pada Rabu, 15 Juli 2026, di Auditorium Lantai 8 APSLC Fakultas Farmasi UGM. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses evaluasi dan pengembangan kurikulum untuk memastikan kualitas pendidikan pascasarjana tetap selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta arah kebijakan pendidikan tinggi.
Workshop dibuka oleh Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Satibi, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa peninjauan kurikulum merupakan proses strategis yang harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, kurikulum tidak hanya perlu responsif terhadap perkembangan keilmuan dan teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dunia profesi, dan industri.

Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, pengguna lulusan, alumni, mahasiswa, serta mitra yang memberikan masukan dan rekomendasi terhadap penyempurnaan Kurikulum 2026 Program Studi Magister Ilmu Farmasi, Magister Manajemen Farmasi, dan Magister Farmasi Klinik. Melalui diskusi yang berlangsung, peserta mengkaji berbagai aspek kurikulum, mulai dari visi, misi, tujuan, capaian pembelajaran lulusan, struktur mata kuliah, hingga relevansi kompetensi dengan tantangan dunia kerja dan perkembangan bidang kefarmasian.
Melalui pelaksanaan workshop ini, Fakultas Farmasi UGM berkomitmen untuk terus menghadirkan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada mutu pendidikan. Hasil peninjauan kurikulum diharapkan dapat menjadi landasan dalam menghasilkan lulusan pascasarjana yang unggul, kompetitif, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, pelayanan kesehatan, dan industri farmasi di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pendidikan tinggi, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mempersiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, alumni, pengguna lulusan, dan mitra dalam pengembangan kurikulum.


