Yogyakarta, 25 September 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan The 9th International Conference on Pharmacy and Advanced Pharmaceutical Sciences (ICPAPS 2026) pada 24–25 September 2026 di Yogyakarta. Mengusung tema “Enhancing Pharmaceutical Care and Sovereignty Through Digital Transformation,” konferensi internasional ini menjadi forum bagi akademisi, peneliti, praktisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan dan mendiskusikan perkembangan ilmu serta praktik kefarmasian di era transformasi digital. Pelaksanaan ICPAPS 2026 juga menjadi bagian dari momentum Lustrum XVI dan Dies Natalis ke-80 Fakultas Farmasi UGM.
Dalam sambutan pembukaan, Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Satibi, M.Si., menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi bagian penting dalam perkembangan profesi kefarmasian. Pemanfaatan teknologi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan efisiensi, tetapi juga untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih baik, aman, dan merata, sekaligus memperkuat kemandirian sistem kesehatan. Menurutnya, tantangan kesehatan yang semakin kompleks membutuhkan kontribusi dan kolaborasi dari berbagai pihak.
Hal senada disampaikan Program Chair ICPAPS 2026, Prof. Dr. apt. Dwi Endarti, S.F., M.Sc., menekankan bahwa konferensi bukan hanya ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian, tetapi juga untuk membangun jejaring dan kolaborasi. Pertemuan antara peneliti, pendidik, klinisi, praktisi industri, komunitas, dan regulator diharapkan dapat mempertemukan beragam perspektif dalam menjawab tantangan kesehatan. Ia juga mengajak peserta untuk memanfaatkan berbagai sesi dan interaksi selama konferensi sebagai ruang berbagi pengalaman serta membuka peluang kerja sama baru.

ICPAPS 2026 menghadirkan berbagai sesi ilmiah yang mencakup Pharmacology, Pharmaceutical Chemistry and Pharmaceutical Biotechnology (PPCP); Pharmacy Education, Social and Administrative Pharmacy, and Clinical Pharmacy (PESC); Pharmaceutics and Drug Delivery System (PDDS); serta Herbal Medicine and Natural Products (HMNP). Berbagai topik dibahas melalui perspektif akademik, pelayanan, industri, dan kebijakan, termasuk transformasi digital dalam sistem kesehatan, pemanfaatan data kesehatan, drug discovery, clinical pharmacy, biopharmaceutics, herbal medicine, serta praktik kefarmasian.
Rangkaian konferensi juga menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri untuk memperkaya diskusi mengenai perkembangan dan tantangan di bidang kefarmasian. Melalui pertukaran pengetahuan tersebut, peserta diharapkan memperoleh wawasan baru sekaligus membangun koneksi yang dapat berkembang menjadi kolaborasi penelitian maupun akademik di masa mendatang.
Penyelenggaraan ICPAPS 2026 turut mendukung SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui penguatan ilmu dan inovasi untuk pelayanan kesehatan, SDG 4 (Quality Education) melalui pertukaran pengetahuan dan pengembangan kapasitas, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi digital di bidang farmasi. Kegiatan ini juga mendukung SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan jejaring dan kolaborasi internasional.
Bertepatan dengan 80 tahun perjalanan Fakultas Farmasi UGM, ICPAPS 2026 menjadi momentum untuk merayakan capaian sekaligus memperluas kolaborasi dalam menghadapi perkembangan ilmu dan tantangan kefarmasian di masa depan. Melalui tema “Enhancing Pharmaceutical Care and Sovereignty Through Digital Transformation,” konferensi ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan transformasi digital untuk memperkuat pelayanan, inovasi, dan kemandirian di bidang kesehatan.