Biancaea sappan
Fabaceae
Caesalpinia sappan
Seupeuěng (Aceh), Sepang (Gayo), Sopang (toba), Kayu Sema (Manado); Sapang, Cacang (Minangkabau); Sěcang (sunda); Soga Jawa (Jawa); Kaju Secang (Madura); Supa, Supang (Bima); Hape (Sawu), Hong (Pantar), Pasa (Sulawesi utara); Sěpang (Bugis); Sepe (Roti); Sepel (Timor); Sefen (Halmahera selatan), Sawala (Halmahera Utara) Sunyiha (Ternate); Roro (Tidore)
Berupa pohon atau semak kecil yang bisa mencapai tinggi hingga 10 meter, memiliki duri-duri yang melengkung. Beberapa batang sebesar paha; Batang utama pada umumnya terletak di atas permukaan tanah. Tangkai daun memiliki panjang sekitar 15–40 cm; pinnae berjumlah 8-16 pasang; daun–daun kecil berbentuk oblong, berujung bulat dengan cekung. Tangkai bunga memiliki panjang sekitar 1,5 cm, berambut. Kelopak terdiri dari 5 helai, berbentuk seperti cawan. Mahkota berwarna kuning, berbentuk obovata lebar, sekitar 9 mm. Polong berwarna cokelat kemerahan, berkilap, sedikit pipih, berbentuk sub oblong hingga oblong-obovoid. keras, meruncing di pangkal, ujungnya miring, dengan beak tajam di bagian atas. Biji-biji sebanyak 3 atau 4, berwarna cokelat muda, sedikit pipih, berbentuk oblong.
Menyembuhkan memar berdarah, muntah darah, murus darah; obat sifilis; dicampur dengan ketumbar dan daun trawas sebagai obat untuk membersihkan darah; seduhan dingun dapat digunakan untuk mengobati radang mata catarhal; obat minum untuk orang yang mengalami luka dalam.
–