Yogyakarta, 21 Agustus 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkuat jejaring kerja sama akademik dan penelitian internasional melalui kunjungan ke Hangzhou Medical College dan Jinhua Academy of Zhejiang Chinese Medical University pada 17–21 Agustus 2026. Kegiatan ini diisi dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), kunjungan fasilitas pendidikan dan penelitian, serta diskusi mengenai peluang kolaborasi di bidang herbal medicine dan pengembangan obat bahan alam.
Delegasi Fakultas Farmasi UGM terdiri atas Prof. Dr.rer.nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si. dan Drh. Retno Murwanti, M.P., Ph.D. Rangkaian kegiatan di Hangzhou Medical College didampingi oleh Prof. Hui Wang. Sementara kegiatan di Jinhua Academy of Zhejiang Chinese Medical University, didampingi oleh Prof. Qiyang Shou.
Salah satu agenda utama kunjungan adalah penandatanganan MoU antara Fakultas Farmasi UGM dan Hangzhou Medical College yang dilakukan bersama Prof. Hui Wang. Kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua institusi untuk mengembangkan kolaborasi dalam bidang akademik dan penelitian. Delegasi Fakultas Farmasi UGM juga berkesempatan mengunjungi Museum Traditional Chinese Medicine (TCM) di Hangzhou Medical College. Kunjungan ini memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah, perkembangan, serta pemanfaatan pengobatan tradisional Tiongkok yang menjadi bagian penting dalam perkembangan traditional medicine di Tiongkok.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU antara Fakultas Farmasi UGM dan Jinhua Academy of Zhejiang Chinese Medical University yang diwakili oleh Prof. Nanang Fakhrudin dan Prof. Qiyang Shou. Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi membuka peluang untuk memperluas kolaborasi dalam bidang pendidikan dan penelitian, khususnya yang berkaitan dengan obat bahan alam dan herbal medicine. Delegasi Fakultas Farmasi UGM juga melakukan kunjungan ke laboratorium dan animal facility Jinhua Academy of Zhejiang Chinese Medical University. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pertukaran wawasan mengenai fasilitas dan kegiatan penelitian yang dikembangkan oleh institusi mitra, sekaligus membuka ruang untuk penjajakan kolaborasi riset.
Dalam rangkaian kunjungan dan diskusi, turut hadir perwakilan Fakultas Farmasi Universitas Surabaya. Pertemuan bersama tersebut memperluas ruang diskusi antarinstitusi, termasuk mengenai peluang kolaborasi dalam penelitian dan pengembangan obat tradisional Indonesia. Salah satu rencana yang dibahas adalah pengembangan penelitian obat tradisional Indonesia dengan mempelajari pengalaman Prof. Hui Wang dan Prof. Qiyang Shou dalam pengembangan maggot untuk terapi luka pada penderita diabetes mellitus. Pengalaman dan pendekatan penelitian tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu referensi dalam mengembangkan inovasi obat tradisional Indonesia berbasis potensi bahan alam dan didukung oleh pendekatan ilmiah.

Melalui kunjungan dan penandatanganan kerja sama ini, Fakultas Farmasi UGM terus memperluas kemitraan internasional sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan dan penelitian di bidang farmasi, khususnya dalam pengembangan obat bahan alam. Kolaborasi dengan institusi di Tiongkok diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi terwujudnya penelitian bersama dan pertukaran akademik yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui pengembangan riset obat bahan alam, SDG 4 (Quality Education) melalui pertukaran pengetahuan dan peneliti, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kolaborasi internasional di bidang pendidikan dan penelitian.



