Yogyakarta, 17 September 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Tim Arsip UGM pada Kamis (17/9) pukul 14.00 s.d. 16.00 WIB di Gedung Unit I Ruang Perpustakaan Lantai 2 Fakultas Farmasi UGM. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan terciptanya tata kelola arsip yang akuntabel di seluruh unit kerja Universitas Gadjah Mada.
Visitasi ini dilaksanakan berdasarkan arahan Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., yang menjadwalkan program pengawasan kearsipan internal UGM pada rentang waktu 14 hingga 25 September 2026. Di tingkat Fakultas Farmasi UGM, pelaksanaan kegiatan ini ditindaklanjuti oleh Kepala Kantor Administrasi Fakultas Farmasi UGM, Andrian Dion Priadi, S.Kom., serta berkoordinasi dengan Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya Manusia, Prof. Dr.rer.nat. apt. Endang Lukitaningsih, M.Si.
Rangkaian kegiatan pengawasan kearsipan tahun 2026 ini melalui tiga tahapan utama, meliputi:
- Workshop Persiapan
Diawali dengan kegiatan Workshop Persiapan Pengawasan Kearsipan pada Rabu, 19 Agustus 2026, yang diselenggarakan oleh unit Perpustakaan dan Arsip UGM bagi para pengelola dan petugas kearsipan unit kerja guna memberikan pembekalan teknis mengenai pengisian borang serta penyiapan bukti pendukung.
2. Pengisian Borang & Bukti Pendukung
Pengelola kearsipan fakultas melengkapi borang pengawasan beserta bukti dukung yang dikirimkan selambatnya pada 11 September 2026 melalui pos-el resmi Bidang Arsip UGM.
3. Visitasi Lapangan
Tahap penutup berupa pengawasan dan verifikasi langsung oleh Tim Pengawas Kearsipan Internal UGM yang dikoordinasikan oleh Isti Maryatun, S.S.T.Ars.
Pelaksanaan pengawasan kearsipan di lingkungan Fakultas Farmasi UGM ini sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pada SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Melalui pengawasan dan penataan arsip yang tertib, autentik, serta terintegrasi, Fakultas Farmasi UGM dapat memperkuat transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola kelembagaan. Di sisi lain, dengan sistem kearsipan yang baik, perlindungan integritas data akademis dan riset akan terjamin dan risiko keterbukaan informasi yang tidak tervalidasi akan semakin kecil.
Penulis: Gilang | Editor: Fathul | Foto: Tim Arsip Fakultas Farmasi UGM



