Inovasi NutriGen-ID Antar Tim Mahasiswa Farmasi UGM Raih Juara III Phoenix Essay Competition 2026

Yogyakarta, 15 Juni 2026 – Tim mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Juara III dalam kompetisi Phoenix Essay Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga bekerja sama dengan Banyuwangi Public Health Association (B-PHA). Prestasi ini diraih melalui gagasan inovatif bertajuk “NutriGen-ID: Inovasi Ekosistem Gizi Presisi Berbasis Nutrigenetik sebagai Transformasi Sistem Gizi Berkelanjutan Indonesia melalui Kolaborasi Multisektoral.”

Tim Farmasi UGM terdiri atas Vania Christella Wibowo Putri sebagai ketua, Agatha Sherly Ivana Dewi dan Yemima Angelina Raharjo sebagai anggota. Melalui karya tersebut, Vania dan tim menawarkan konsep layanan gizi berbasis nutrigenetik yang dirancang untuk memberikan rekomendasi gizi yang dipersonalisasi sesuai dengan karakteristik genetik dan kebutuhan masing-masing individu di Indonesia.

Phoenix Essay Competition merupakan kompetisi esai tahunan yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi atas isu-isu strategis di bidang kesehatan, khususnya gizi dan nutrisi. Tahun ini, kompetisi mengangkat tema “Peran Generasi Muda sebagai Agen Perubahan dalam Transformasi Sistem Gizi Berkelanjutan melalui Inovasi Multisektoral guna Mendukung Pencapaian SDGs No. 2 (Zero Hunger) dan 3 (Good Health and Well-Being)” dengan lima subtema, yakni sosial budaya, teknologi, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Melalui NutriGen-ID, tim mengangkat permasalahan tingginya prevalensi anemia pada remaja putri di Indonesia yang masih mencapai sekitar 32 persen meskipun program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) telah lama diimplementasikan. Menurut tim, pendekatan pelayanan gizi yang bersifat umum belum sepenuhnya mampu menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang memiliki keragaman karakteristik genetik dan faktor risiko kesehatan.

Sebagai solusi, NutriGen-ID mengintegrasikan layanan skrining nutrigenetik dengan basis data Indonesian Nutrigenetic Biobank (INB) untuk menghasilkan rekomendasi gizi yang lebih presisi. Melalui aplikasi ini, masyarakat dapat memperoleh hasil skrining dan rekomendasi kebutuhan gizi secara lebih cepat dan mudah melalui perangkat digital. Inovasi tersebut juga dirancang agar dapat mendukung tenaga kesehatan dalam menyusun intervensi gizi yang lebih tepat sasaran berdasarkan karakteristik individu.

Tim juga menekankan bahwa implementasi NutriGen-ID memerlukan kolaborasi multisektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, hingga masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem layanan gizi presisi yang berkelanjutan sekaligus memperluas akses terhadap layanan kesehatan berbasis teknologi.

Selain memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum, konsep NutriGen-ID diharapkan mampu meningkatkan akses layanan kesehatan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Dengan memanfaatkan kit skrining di fasilitas kesehatan primer, seperti puskesmas, serta dukungan akses internet untuk menghubungkan hasil analisis, masyarakat dapat memperoleh rekomendasi gizi yang lebih personal tanpa harus bergantung pada layanan kesehatan rujukan.

Keberhasilan tim mahasiswa Farmasi UGM dalam ajang ini menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam menghasilkan inovasi yang menjawab tantangan kesehatan masyarakat melalui pendekatan ilmiah dan teknologi. Gagasan NutriGen-ID juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui penguatan sistem gizi berkelanjutan dan ketahanan pangan, serta SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui pengembangan intervensi nutrigenetik yang mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat Indonesia secara lebih tepat dan personal.

Penulis : Tiara
Editor : Fathul  

Share this post
Type Keyword to Search