Yogyakarta, 01 Oktober 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) secara resmi berganti kepemimpinan seiring dengan dilangsungkannya acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Dekan Fakultas Farmasi untuk masa bakti 2026-2031 pada Rabu (30/9) di Auditorium Lantai 8, Gedung APSLC Fakultas Farmasi UGM. Acara ini dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB dan dihadiri oleh para dosen, tenaga kependidikan, serta Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Farmasi UGM sebagai representasi dari mahasiswa Farmasi UGM.
Dalam momentum ini, Prof. Dr. apt. Abdul Rohman, M.Si. dengan sah menjabat sebagai Dekan Fakultas Farmasi UGM untuk masa bakti 2026-2031 setelah menerima tongkat estafet kepemimpinan dari dekan sebelumnya, yaitu Prof. Dr. apt. Satibi, M.Si. Dalam pidatonya, Prof. Satibi menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang sangat besar untuk seluruh sivitas akademika atas dukungan dan kerja kerasnya selama masa bakti beliau sebagai dekan Fakultas Farmasi. Selain itu, Prof. Satibi juga menyampaikan permintaan maaf atas kekurangan dan kesalahan yang terjadi selama menjabat sebagai pimpinan.

Pada sisi lain, Prof. Abdul dalam pidatonya menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang sivitas akademika berikan kepada beliau, sehingga terpilih untuk melanjutkan kepemimpinan Fakultas Farmasi untuk lima tahun kedepan. Ia menegaskan bahwa Fakultas Farmasi di bawah nahkoda beliau siap untuk terus mengakselerasi program-program strategis, memperluas inovasi riset, serta mencetak tenaga kefarmasian yang unggul dan berdaya saing global.
Transisi kepemimpinan dekanat ini merupakan cerminan nyata dari komitmen Fakultas Farmasi dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang berkesinambungan, yang tentunya ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama pada SDG 16 tentang Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh. Melalui estafet kepemimpinan yang solid, partisipatif (melibatkan sivitas akademika) dan transparan, Fakultas Farmasi terus memperkuat kapasitasnya kelembagaannya sebagai sebuah institusi.
Selain itu, dengan hadirnya pimpinan yang baru ini diharapkan dapat terus memacu dan menjamin terselenggaranya SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu. Tentunya, dengan visi kepemimpinan yang baru akan menjadi penggerak bagi inovasi kurikulum, penguatan riset, serta pengembangan karakter mahasiswa guna menghasilkan luaran pendidikan tinggi kefarmasian yang berdampak bagi kesehatan masyarakat luas.
Penulis: Gilang | Editor: Fathul | Foto: Gilang