Mahasiswi Farmasi UGM Raih Juara I Patient Counseling Event Pharmanova ITB 2025/2026

Bandung, 5 Februari 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Fauzia Amrina Rosyada, mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi, berhasil meraih Juara I Patient Counseling Event (PCE) Pharmanova ITB 2025/2026, sebuah kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi (HMF) “Ars Praeparandi” Institut Teknologi Bandung. Pada ajang tersebut, Fauzia berhasil mengungguli puluhan peserta lainnya dari berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia.

Patient Counseling Event merupakan salah satu rangkaian kompetisi Pharmanova ITB 2025/2026 yang mengusung tema “Transforming Healthcare and Enhancing Well-Being through Personalized Pharmacy Innovation.” Kompetisi ini dirancang untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa farmasi dalam pelayanan kefarmasian berorientasi pasien, meliputi kemampuan patient counseling, komunikasi obat, clinical reasoning, serta interprofessional collaboration (IPC) antara farmasis dan dokter guna mengoptimalkan terapi pasien.

Kompetisi berlangsung secara bertahap sejak Oktober 2025 hingga Februari 2026 secara daring dan luring di Kampus Ganesha Institut Teknologi Bandung. Tahap penyisihan menguji pemahaman peserta melalui soal pilihan ganda dan esai yang mencakup farmasi klinis, pelayanan kefarmasian, komunikasi pasien, serta pengambilan keputusan klinis. Pada babak semifinal, peserta dihadapkan pada studi kasus pasien untuk dianalisis sebelum melakukan sesi konseling secara langsung di hadapan dewan juri.

Sementara itu, babak final yang diselenggarakan secara luring pada 5 Februari 2026 menghadirkan tantangan yang lebih kompleks. Selain melakukan konseling pasien, setiap finalis harus berkolaborasi dengan dokter dalam menganalisis kasus klinis dan merumuskan strategi terapi yang optimal. Penilaian meliputi aspek etika profesi, komunikasi interprofesional, kerja sama tim, pemahaman peran farmasis dalam pelayanan kesehatan, hingga kemampuan memberikan konseling pasien secara komprehensif.

Keberhasilan Fauzia menjadi Juara I merupakan hasil dari proses pembelajaran, latihan, serta pendampingan yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Fakultas Farmasi UGM. Prestasi ini sekaligus mencerminkan kualitas pendidikan yang membekali mahasiswa dengan kompetensi klinis, kemampuan komunikasi terapeutik, serta kesiapan bekerja secara kolaboratif dalam tim kesehatan untuk mewujudkan pelayanan kefarmasian yang berorientasi pada kebutuhan pasien (patient-oriented care).

Dekan Fakultas Farmasi UGM menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut sebagai bukti komitmen fakultas dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan mampu bersaing di tingkat nasional. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kompetensi akademik maupun profesional serta aktif berpartisipasi dalam berbagai kompetisi nasional dan internasional di bidang kefarmasian.

Capaian ini juga sejalan dengan komitmen Fakultas Farmasi UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan pendidikan farmasi berbasis kompetensi dan pengalaman belajar yang aplikatif, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui pengembangan kolaborasi interprofesional antara farmasis dan tenaga kesehatan lainnya untuk menghasilkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Share this post
Type Keyword to Search