Yogyakarta, 30 Juni 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia pada Selasa (30/6) di Ruang Sidang Pimpinan (707), Gedung APSLC Fakultas Farmasi UGM. Kunjungan ini menjadi wadah untuk semakin mempererat hubungan yang telah terjalin sebelumnya serta membuka peluang kolaborasi lebih lanjut antara Fakultas Farmasi UGM dan JICA Indonesia dalam mendukung pengembangan pendidikan, penelitian, dan kerja sama internasional.
Delegasi JICA Indonesia yang hadir dalam kunjungan ini terdiri atas Takeda Sachiko, Agnes Zikya, Verawati Triastuti, dan Nazalia. Dari pihak Fakultas Farmasi UGM, rombongan disambut oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni, Prof. Dr.rer.nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si., serta Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset, dan Sumber Daya, Prof. Dr.rer.nat. apt. Endang Lukitaningsih, M.Si.

Pertemuan berlangsung dalam suasana yang hangat dan produktif melalui diskusi mengenai berbagai peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan di masa mendatang. Kedua belah pihak bertukar informasi mengenai program dan potensi kerja sama yang mencakup penguatan kapasitas akademik, pengembangan riset, serta inisiatif yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan jejaring internasional.
Kunjungan ini mencerminkan komitmen Fakultas Farmasi UGM dalam memperluas kemitraan global guna meningkatkan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. Melalui kolaborasi dengan mitra internasional, fakultas terus berupaya mendorong inovasi, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan sumber daya manusia yang mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat di tingkat nasional maupun global.
Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kolaborasi internasional untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) dengan mendorong pengembangan riset dan inovasi melalui kemitraan strategis, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kerja sama antara institusi pendidikan tinggi dan organisasi internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.


