Yogyakarta, 24 Juni 2026 – Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan dari Direktorat Standardisasi Obat NPPZA, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dalam kegiatan Site Visit Fasilitas Riset/Pengujian dan Sharing Session Kolaborasi antara BPOM dan Akademisi sebagai Strategi Penyusunan Pedoman 3Rs (Replacement, Reduction, dan Refinement) yang berlangsung pada Rabu (24/6) di beberapa fasilitas riset dan pengujian yang berlokasi di UGM. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Strengthening the Regulatory System for Vaccine Oversight Related to Lot Release yang didukung oleh Gates Foundation.
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara regulator dan akademisi dalam penyusunan Pedoman 3Rs (Replacement, Reduction, dan Refinement), sebuah pendekatan yang mendorong pengurangan penggunaan hewan uji dalam penelitian dan pengujian tanpa mengurangi aspek keamanan, khasiat, dan mutu produk biologi. Melalui kegiatan ini, tim BPOM memperoleh gambaran langsung mengenai proses riset dan pengujian produk biologi yang dilakukan di fasilitas laboratorium dan hewan coba UGM, sekaligus berdiskusi mengenai tantangan, peluang, serta inovasi yang dapat mendukung implementasi prinsip 3Rs di Indonesia.

Dalam sesi diskusi dan tanya jawab, peserta membahas perkembangan metode alternatif yang berbasis bukti ilmiah serta pentingnya sinergi antara lembaga pengawas, perguruan tinggi, dan peneliti untuk menghasilkan regulasi yang adaptif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem riset nasional sekaligus mendukung pengembangan standar pengujian yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kesejahteraan hewan.
Kegiatan ini sejalan dengan beberapa tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya menjaga keamanan dan mutu produk biologi bagi masyarakat, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan inovasi metode pengujian dan pengembangan infrastruktur riset yang berkelanjutan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi strategis antara regulator, akademisi, dan mitra internasional dalam mendorong kemajuan sistem regulasi kesehatan di Indonesia. Melalui sinergi ini, diharapkan penyusunan Pedoman 3Rs dapat menghasilkan kebijakan yang berbasis sains, aplikatif, dan mampu menjawab kebutuhan pengawasan produk biologi di masa depan.
Penulis: Rizqi Vazrin | Editor: Fathul | Foto: Gilang


