Yogyakarta, 23 Juni 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Peninjauan Kurikulum Fakultas Farmasi UGM pada Selasa (23/6) di Auditorium APSLC Lantai 8. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–15.00 WIB ini merupakan bagian dari upaya evaluasi dan pengembangan institusi secara berkelanjutan guna memastikan kurikulum yang diterapkan tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan dunia kerja, serta dinamika regulasi pendidikan tinggi dan sektor kefarmasian.
Workshop dibuka oleh Dekan Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. apt. Satibi, M.Si., yang menekankan pentingnya pembaruan kurikulum secara berkala sebagai langkah strategis dalam menyiapkan lulusan farmasi yang adaptif, kompeten, dan mampu menjawab tantangan kesehatan global. Selanjutnya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. apt. Nanang Munif Yasin, M.Pharm., memberikan pengantar mengenai arah dan urgensi peninjauan kurikulum di lingkungan Fakultas Farmasi UGM.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang keahlian untuk membahas isu-isu strategis dalam pendidikan farmasi. Sesi pertama membahas kajian perubahan keilmuan global bidang farmasi yang disampaikan oleh Prof. Dr. apt. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc. Sesi berikutnya mengulas pembaruan regulasi pendidikan tinggi oleh Dr. Sigit Priyanta, S.Si., M.Kom., dilanjutkan dengan pembahasan mengenai perkembangan keilmuan farmasi di rumah sakit oleh Dr. apt. Lusy Noviani, MM, serta perkembangan keilmuan farmasi di industri farmasi oleh Drs. apt. Pre Agusta Siswantoro, M.B.A. Diskusi dan tanya jawab dipandu oleh Dr. apt. Andayana Puspitasari Gani, M.Si., sebelum peserta melanjutkan ke sesi Focus Group Discussion (FGD) di masing-masing program studi.
Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti pentingnya kurikulum yang responsif terhadap perkembangan teknologi kesehatan, transformasi layanan kefarmasian, serta kebutuhan kompetensi lulusan di berbagai sektor, termasuk rumah sakit, industri farmasi, dan penelitian. Melalui kegiatan ini, Fakultas Farmasi UGM berupaya menghimpun berbagai masukan dari pemangku kepentingan untuk menghasilkan kurikulum yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi pada masa depan.

Workshop ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan mutu dan relevansi pendidikan tinggi, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kualitas pendidikan tenaga kefarmasian yang berperan dalam sistem kesehatan, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) dengan mendorong integrasi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri ke dalam kurikulum. Selain itu, kolaborasi berbagai akademisi dan praktisi dalam kegiatan ini turut mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui sinergi antarpemangku kepentingan dalam pengembangan pendidikan farmasi yang berkelanjutan.
Penulis: Rizqi Vazrin | Editor: Fathul | Foto: Rizqi Vazrin


