Webinar Series Farmasi Veteriner Nasional oleh Fakultas Farmasi UGM Resmi Ditutup, Perkuat Kolaborasi dan Kompetensi Farmasi Veteriner di Indonesia

Yogyakarta, 23 Mei 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada sukses menyelenggarakan Webinar Series Farmasi Veteriner Nasional bertajuk “Veterinary Pharmacy Fundamentals: From Science to Business” yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting sejak 11 April hingga 23 Mei 2026. Kegiatan berskala nasional ini menjadi forum pembelajaran lintas disiplin yang mempertemukan apoteker, dokter hewan, akademisi, mahasiswa, hingga praktisi peternakan dan perikanan dalam membahas perkembangan, tantangan, serta peluang farmasi veteriner di Indonesia.

Rangkaian webinar diselenggarakan sebagai respons terhadap meningkatnya kebutuhan sistem kesehatan hewan yang lebih profesional, aman, dan berkelanjutan di tengah pertumbuhan sektor peternakan dan perikanan nasional. Selain itu, isu resistensi antimikroba, keamanan pangan asal hewan, pengelolaan limbah farmasi veteriner, hingga penguatan regulasi menjadi perhatian penting yang memerlukan kolaborasi multi-disiplin melalui pendekatan One Health.

Selama enam pekan pelaksanaan, peserta memperoleh materi komprehensif yang mencakup aspek anatomi dan fisiologi hewan, farmakologi, toksikologi, regulasi obat hewan, farmakoterapi pada hewan kesayangan dan ternak, hingga praktik farmasi veteriner di industri farmasi. Webinar tersebut juga menghadirkan sesi praktik langsung mengenai perhitungan dosis dan peresepan populatif yang dipandu oleh Dr. apt. Nunung Yuniarti, S.F., M.Si. bersama apt. Muvita Rina Wati, M.Sc.

Selain aspek terapi dan regulasi, kegiatan ini turut membahas isu-isu strategis seperti manajemen penyakit zoonosis, keamanan pangan asal hewan, penggunaan obat pada ikan budidaya, mekanisme resistensi antimikroba dalam perspektif One Health, serta pengelolaan limbah obat veteriner dan limbah organik yang berdampak terhadap lingkungan. Materi mengenai pengelolaan limbah juga menghadirkan Prof. Dr.rer.nat. apt. RR. Endang Lukitaningsih, M.Si. yang menyoroti pentingnya pengelolaan limbah farmasi veteriner secara berkelanjutan untuk menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah pencemaran ekosistem.

Pada pekan terakhir, peserta memperoleh wawasan mengenai peluang bisnis dan tata kelola apotek veteriner, termasuk manajemen rantai pasok dan cold chain obat veteriner. Pembahasan ini membuka perspektif baru mengenai pengembangan sektor farmasi veteriner tidak hanya dari sisi pelayanan kesehatan, tetapi juga dari sisi industri dan kewirausahaan.

Ketua kegiatan, Dr. apt. Nunung Yuniarti, S.F., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ruang kolaboratif antara profesi farmasi dan kedokteran hewan dalam memperkuat praktik farmasi veteriner di Indonesia. Menurutnya, tantangan kesehatan hewan saat ini tidak dapat diselesaikan secara sektoral saja, melainkan membutuhkan sinergi lintas profesi, akademisi, regulator, dan industri.

Webinar series ini menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan regulator yang memiliki kompetensi di bidang farmasi veteriner, kesehatan hewan, serta pengelolaan obat. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab di setiap pertemuan.

Rangkaian kegiatan resmi ditutup pada Jumat, 23 Mei 2026 melalui sesi post-test, evaluasi, serta umpan balik peserta. Dengan berakhirnya kegiatan ini, Fakultas Farmasi UGM berharap webinar series tersebut dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas tenaga profesional serta mendorong terciptanya praktik farmasi veteriner yang lebih profesional, akuntabel, dan adaptif terhadap tantangan global.

Kegiatan Webinar Series Farmasi Veteriner Nasional ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3, Good Health and Well-being melalui penguatan kompetensi tenaga profesional dalam mendukung kesehatan hewan, pengendalian resistensi antimikroba, dan keamanan pangan asal hewan. Selain itu, pembahasan mengenai pengelolaan limbah farmasi veteriner, penggunaan antibiotik yang rasional, serta keamanan lingkungan turut mendukung implementasi SDG 12, Responsible Consumption and Production dan SDG 15, Life on Land melalui dorongan terhadap praktik pengelolaan obat veteriner yang lebih aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan bagi ekosistem.

Penulis : Rizqi Vazrin I Editor : Fathul Muin

Share this post
Type Keyword to Search