Yogyakarta, 21 September 2026 — Fakultas Farmasi UGM kembali menorehkan prestasi nasional melalui salah satu mahasiswanya yang berhasil meraih Juara 2 Chemistry National Olympiad Event (CYANIDE) 2026. CYANIDE 2026 merupakan kompetisi tingkat nasional yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMAKI) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Udayana. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di seluruh Indonesia secara individu dengan cabang perlombaan esai. Pada tahun ini, CYANIDE 2026 membawakan tema “Synthesizing Solutions: Chemistry for a Sustainable and Innovative Future” dengan enam pilihan subtema, yaitu Energi Terbarukan, Restorasi Lingkungan, Obat Tradisional, Industri Pangan dan Pertanian, Pengelolaan Limbah, serta Nanoteknologi.
Mauritza Helga Wardhana, mahasiswa program studi Sarjana Farmasi UGM mengikuti cabang perlombaan esai dengan subtema Nanoteknologi dan membawakan karya berjudul “NEUROBETA: Inovasi SNEDDS Intranasal Ekstrak Syzygium myrtifolium untuk Mengatasi Gangguan Kecemasan Melalui Pendekatan Nose-to-Brain”. Pada kompetisi ini, Mauritza berhasil melewati babak penyisihan secara online atau daring setelah mengumpulkan abstrak serta full paper esainya. Adapun lima peserta yang berhasil lolos ke babak final berasal dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Sriwijaya, Universitas Udayana, dan Universitas Jenderal Soedirman.
Gagasan NEUROBETA mengangkat pemanfaatan teknologi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) melalui rute intranasal dengan ekstrak Syzygium myrtifolium sebagai kandidat inovasi untuk penanganan gangguan kecemasan. Pendekatan nose-to-brain yang diusulkan berfokus pada penghantaran zat aktif melalui rongga hidung menuju sistem saraf pusat, sehingga berpotensi menjadi alternatif yang dapat dikaji lebih lanjut dalam pengembangan terapi. Melalui perpaduan pemanfaatan bahan alam dan teknologi penghantaran obat berbasis nanoteknologi, karya ini menunjukkan eksplorasi pendekatan lintas disiplin untuk menjawab tantangan kesehatan, khususnya dalam penanganan gangguan kecemasan.
Pada akhir kompetisi, Mauritza berhasil meraih Juara 2 dalam ajang perlombaan esai tingkat nasional tersebut setelah mempresentasikan karyanya dan mengikuti sesi tanya jawab secara daring melalui Zoom Meeting. Prestasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa Fakultas Farmasi UGM dalam mengembangkan gagasan inovatif di bidang ilmu kefarmasian. Pencapaian tersebut juga menunjukkan peran mahasiswa dalam mengomunikasikan ide ilmiah dan mengeksplorasi potensi pengembangan teknologi farmasi untuk menjawab permasalahan kesehatan.
Prestasi ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui eksplorasi gagasan inovasi yang berpotensi mendukung pengembangan penanganan gangguan kecemasan, serta SDG 4 (Quality Education) melalui partisipasi mahasiswa dalam kompetisi ilmiah dan pengembangan kemampuan riset. Selain itu, pemanfaatan pendekatan nanoteknologi dalam pengembangan sistem penghantaran obat juga relevan dengan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) yang mendorong inovasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui prestasi ini, mahasiswa Farmasi UGM turut menunjukkan potensi kontribusi generasi muda dalam mendorong kemajuan riset dan inovasi di bidang kesehatan.
Penulis: Tiara | Foto: Mauritza Helga Wardhana


