Yogyakarta, 21 September 2026 – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Kali ini, dua mahasiswi Program Studi Sarjana Farmasi, yaitu Fahma Jauhara Ameliantari dan Fadhila Fatimatuzzahro, berhasil meraih gelar Juara II pada ajang ilmiah tingkat nasional berjudul “14th Public Health Competition (PHC) Essay 2026.” Babak puncak dari kompetisi ini diselenggarakan secara daring pada Sabtu, 19 September 2026 lalu.
Kompetisi ini merupakan bagian dari program kerja Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lingkar Penelitian dan Penalaran Mahasiswa, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember. Dengan mengusung tema besar “Beyond the Horizon: Innovative Perspectives for a Healthier Society,” ajang ini menantang para mahasiswa aktif dari seluruh perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk merumuskan gagasan inovatif dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat terkini.
Dalam kompetisinya, delegasi UGM tampil menonjol dengan membawa gagasan kritis yang menyoroti isu kesehatan masyarakat yang tengah marak terjadi di Indonesia. Karya esai Fahma dan Fadhila menganalisis secara mendalam mengenai fenomena penyakit Gagal Ginjal Kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) yang dipicu oleh penggunaan Obat Antiinflamasi Non Steroid (OAINS) dalam jangka panjang. Isu ini menjadi sangat krusial mengingat tingginya tren kasus tersebut pada kelompok masyarakat angkatan kerja usia dewasa.
Perjalanan Fahma dan Fadhila menuju pintu kemenangan diraih melalui proses yang cukup ketat. Setelah melewati tahap penilaian naskah karya tulis yang komprehensif, delegasi UGM sukses mengamankan posisi di babak final. Pada tahap puncak inilah mereka bersaing ketat dengan sembilan finalis terpilih lainnya yang berasal dari berbagai institusi ternama, diantaranya Universitas Hang Tuah, Universitas Negeri Malang, Universitas Jember, IPB University, Universitas Negeri Semarang, Telkom University, dan Universitas Muslim Indonesia.
Pada babak final, delegasi UGM sukses memukau dewan juri melalui mekanisme presentasi interaktif selama 10 menit, disusul dengan sesi tanya jawab mendalam selama 12 menit. Fahma dan Fadhila berhasil mengelaborasikan konsep inovasi mereka secara detail, memaparkan dasar ilmiah, mekanisme kerja, hingga potensi pengembangannya di kemudian hari. Setelah menilai hasil karya tulis mereka yang meliputi kreativitas penyajian visual, kemampuan presentasi, penguasaan materi, dan ketepatan argumentasi, dewan juri pun menetapkan bahwa Fahma dan Fadhila meraih Juara II tingkat nasional.
Tentunya, keberhasilan apik Fahma dan Fadhila dalam menghadirkan gagasan inovatif terkait isu kesehatan ini sejalan dengan komitmen sivitas akademika Fakultas Farmasi UGM dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Analisis preventif dan edukasi terkait keamanan penggunaan obat OAINS ini berkontribusi langsung pada pencapaian SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Selain itu, kepedulian riset yang secara spesifik menargetkan perlindungan kesehatan bagi kelompok masyarakat angkatan kerja turut merepresentasikan dukungan nyata terhadap SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Dengan menekan angka prevalensi gagal ginjal kronis di usia produktif, gagasan ini berupaya memastikan tenaga kerja Indonesia dapat terus hidup sehat dan produktif, sehingga terhindar dari beban penyakit yang dapat menghambat kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Penulis: Gilang | Foto: Tim Mahasiswa Farmasi UGM



