Fakultas Farmasi UGM Sambut Mahasiswa Universiti Malaya melalui Student Academic and Cultural Exchange 2026

Yogyakarta, 10 Agustus 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada menyambut 28 mahasiswa Fakultas Farmasi, Universiti Malaya (UM) melalui program The University Malaya Student Academic and Cultural Exchange to Pharmacy UGM 2026 yang berlangsung pada 10–14 Agustus 2026. Para mahasiswa didampingi oleh Assoc. Prof. Dr. Phan Chia Wei. Program mobilitas mahasiswa inbound selama lima hari ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Farmasi UGM dalam memperkuat kolaborasi internasional sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran global bagi mahasiswa.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa Universiti Malaya mengenai kehidupan akademik, praktik pelayanan kesehatan, perkembangan industri farmasi, serta memperkenalkan budaya Indonesia. Selama mengikuti program, para peserta terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan interaktif bersama mahasiswa serta sivitas akademika Fakultas Farmasi UGM.

Rangkaian kegiatan mencakup kunjungan fakultas dan kampus, diskusi mengenai kehidupan mahasiswa, serta berbagai kegiatan akademik yang memberikan gambaran mengenai sistem pendidikan dan lingkungan pembelajaran farmasi di Indonesia. Interaksi antara mahasiswa UM dan UGM juga menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman mengenai kehidupan perkuliahan, aktivitas mahasiswa, serta perspektif dalam bidang kefarmasian.

Selain kegiatan akademik, peserta juga memperoleh pengalaman mengenai praktik pelayanan kesehatan melalui kunjungan ke Rumah Sakit Akademik  UGM. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dekat lingkungan pelayanan kesehatan serta peran tenaga kefarmasian dalam mendukung pelayanan kepada pasien.

Peserta juga diperkenalkan dengan perkembangan industri farmasi dan obat tradisional di Indonesia melalui kunjungan industri dan kegiatan praktik pembuatan jamu. Pengalaman tersebut memberikan wawasan mengenai kekayaan bahan alam Indonesia serta potensi pengembangan obat tradisional dan industri farmasi sebagai bagian dari ekosistem kesehatan di Indonesia.

Tidak hanya berfokus pada aspek akademik dan profesional, program ini juga menghadirkan pengalaman budaya di Yogyakarta. Peserta diperkenalkan dengan sejarah, tradisi, dan kekayaan budaya Yogyakarta yang menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman lintas budaya. Melalui berbagai aktivitas bersama, mahasiswa dari kedua institusi juga memiliki kesempatan untuk membangun jejaring, persahabatan, dan pertukaran pengalaman.

Program The University Malaya Student Academic and Cultural Exchange to Pharmacy UGM 2026 diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Fakultas Farmasi UGM dan Fakultas Farmasi Universiti Malaya serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang. Bagi mahasiswa, pengalaman belajar lintas negara ini diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai praktik kefarmasian, meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta membangun perspektif global sebagai calon tenaga profesional di bidang farmasi.

Kegiatan ini sejalan dengan kontribusi Fakultas Farmasi UGM terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyediaan pengalaman pembelajaran internasional dan berbasis pengalaman, SDG 10 (Reduced Inequalities) melalui penguatan interaksi dan pemahaman lintas budaya, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui penguatan kemitraan akademik dan mobilitas mahasiswa antara Fakultas Farmasi UGM dan Universiti Malaya.

Share this post
Type Keyword to Search