Yogyakarta, 29 Mei 2026 — Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim JYJYUR IZZIN sukses mengukir prestasi gemilang dengan merengkuh Juara I dalam ajang Industrial Case Competition (ICC) Pharmadays X JEE 2026. Prestasi ini diraih berkat gagasan inovatif mereka yang bernama Ancell UlcaHeal, sebuah sediaan patch bio scaffold berbasis bahan alam yang dirancang khusus untuk mempercepat perawatan luka ulkus diabetes.
Kompetisi berskala nasional ini diselenggarakan oleh Pusat Informasi Obat Gadjah Mada (PIOGAMA) berkolaborasi dengan Jaringan Mahasiswa Kesehatan Indonesia (JMKI) Farmasi UGM. Mengusung tema “Pengembangan Sediaan Topikal Berbasis Herbal untuk Percepatan Penyembuhan Luka”, ajang ini menantang para mahasiswa farmasi untuk merumuskan solusi komprehensif atas permasalahan nyata di industri kefarmasian, mulai dari tahap formulasi, produksi berbasis Quality by Design (QbD), hingga strategi pemasaran dan penetapan harga.
Menjawab tantangan tersebut, Tim JYJYUR IZZIN memformulasikan Ancell UlcaHeal dengan memanfaatkan nanofibril selulosa dari limbah ampas tebu sebagai matriks utama yang dikombinasikan dengan polimer kitosan. Melalui metode freeze drying dan pengikatan silang (crosslinking), struktur bio scaffold ini mampu mengenkapsulasi bahan aktif alami secara optimal. Formula inovatif ini memadukan ekstrak daun binahong (Anredera cordifolia) dan daun pegagan (Centella asiatica) yang kaya akan agen antiinflamasi, antioksidan, proliferatif, dan antibakteri guna mendukung prinsip moist wound healing (penyembuhan luka dengan retensi kelembaban).
Perjalanan Tim JYJYUR IZZIN menuju mimbar juara diraih melalui tahapan kompetisi yang ketat sejak bulan April hingga Agustus 2026. Setelah sukses melewati babak penyisihan penyusunan proposal, tim ini terpilih sebagai satu dari lima finalis terbaik yang berhak melaju ke babak puncak. Pada sesi grand final yang diselenggarakan secara luring pada Minggu (30/8) di Auditorium Lantai 8 Gedung APSLC Fakultas Farmasi UGM, tim berhasil memukau dewan juri akademisi dan praktisi melalui presentasi berdurasi 10 menit yang disusul sesi adu argumen ilmiah selama 15 menit.
Capaian cemerlang Tim JYJYUR IZZIN ini merupakan wujud nyata kontribusi mahasiswa Fakultas Farmasi UGM dalam mengakselerasi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Pengembangan sediaan topikal untuk mempercepat penyembuhan ulkus diabetes secara langsung mendukung SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan menghadirkan alternatif terapi luka kronis yang lebih aman, efektif, dan berbasis ilmiah bagi masyarakat.
Lebih jauh lagi, pemanfaatan ampas tebu sebagai matriks bio scaffold merepresentasikan inovasi ramah lingkungan yang selaras dengan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab melalui upaya upcycling limbah agrikultur menjadi material bernilai guna tinggi. Penguasaan teknologi freeze drying serta perancangan produksi berstandar industri kefarmasian modern dalam gagasan ini juga turut memperkuat pilar SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Penulis: Gilang | Foto: Tim Mahasiswa Farmasi UGM


