Yogyakarta, 31 Juli 2026 — Prestasi membanggakan di kancah Asia Pasifik kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Nabila Putri Herviana, mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi, sukses mengharumkan nama almamater dengan meraih penghargaan 2nd Runner-Up pada Compounding Event kategori Beginner dalam perhelatan bergengsi IPSF APRO Pharmaceuticals Science Event 2026.
Kompetisi skala internasional ini diselenggarakan oleh International Pharmaceutical Students’ Federation Asia Pacific Regional Office (IPSF APRO), sebuah organisasi yang menjadi wadah pengembangan profesional bagi mahasiswa farmasi di seluruh kawasan Asia Pasifik. Pada tahun ini, kompetisi tersebut secara spesifik mengusung tema “Next Generation Dermaceuticals: Precision, Safety, and Innovation”. Fokus utamanya terletak pada uji penguasaan teknologi farmasi serta keterampilan teknis meracik sediaan farmasi (compounding).
Perjalanan Nabila menembus jajaran juara diraih melalui dua tahapan seleksi yang kompetitif. Pada tahap preliminary, peserta diuji melalui pengerjaan multiple-choice questions (MCQ) yang menitikberatkan pada topik derma kosmetik, mencakup pemahaman prinsip formulasi, standar keamanan, dan inovasi sediaan. Setelah dinyatakan lolos ke tahap puncak, para finalis dihadapkan pada tantangan studi kasus (case study) yang menuntut ketajaman analisis, pemecahan masalah klinis, serta ketelitian tingkat tinggi dalam merumuskan solusi kefarmasian yang presisi.
Ajang Compounding Event ini tidak hanya menjadi sekedar perlombaan, tetapi juga ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan teknis dan berpikir kritis secara mandiri. Capaian luar biasa ini membuktikan kapasitas mahasiswa Farmasi UGM dalam menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan ke dalam konteks praktik kefarmasian yang nyata, presisi, dan inovatif.
Keberhasilan Nabila Putri Herviana di tingkat regional Asia Pasifik ini menjadi bukti nyata komitmen sivitas akademika Fakultas Farmasi UGM dalam mengakselerasi pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Partisipasi aktif dalam ruang kompetisi dan pendidikan global ini secara langsung berkontribusi pada pemenuhan SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu, di mana calon farmasis muda didorong untuk terus memperkuat kompetensinya.
Selain itu, fokus kompetisi pada perancangan produk derma kosmetik generasi baru yang mengedepankan keamanan dan inovasi sangat selaras dengan semangat SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Ketelitian dalam meracik sediaan farmasi ini pada akhirnya akan bermuara pada peningkatan kualitas produk kesehatan bagi masyarakat luas, yang menjadi pilar utama dari SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Penulis: Gilang | Foto: Tim Mahasiswa Farmasi UGM


