Padukan Bahan Herbal dan Teknologi Microneedle, Mahasiswa Farmasi UGM Raih Juara 1 Scientific Essay Competition PHARMACIOUS 2026

Yogyakarta, 14 September 2026 — Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi melalui ajang Scientific Essay Competition PHARMACIOUS 2026. Tim Cius Nih Kak yang beranggotakan Zuhroturrhitofah, Meliza Sari, dan Adellia Mayreza berhasil meraih Juara 1 pada cabang kompetisi tersebut. Prestasi ini diraih melalui gagasan inovatif yang mengintegrasikan potensi bahan herbal dengan teknologi penghantaran modern untuk mendukung pengembangan perawatan kulit.

PHARMACIOUS 2026 merupakan kompetisi yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi UGM sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan dan inovasi di bidang kefarmasian. Mengusung tema “Resonansi Fito-Estetika 5.0: Integrasi Teknologi dalam Pemanfaatan Herbal untuk Mewujudkan Keseimbangan Industri Kecantikan Modern”, kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa secara individu maupun tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. PHARMACIOUS 2026 menghadirkan empat cabang perlombaan, yaitu Scientific Essay Competition, Drug Packaging Design Competition, Industrial Case Competition, dan Patient Counseling Competition. Seluruh rangkaian kompetisi dilaksanakan melalui dua tahap, yakni babak penyisihan berupa pengumpulan dan penilaian karya serta babak final yang mencakup presentasi gagasan dan sesi tanya jawab bersama dewan juri.

Dalam kompetisi tersebut, Tim Cius Nih Kak mengusung LICONOVA, sebuah inovasi hydrogel-forming microneedle patch yang menggabungkan teknologi microneedle dengan pemanfaatan bahan herbal Glycyrrhiza glabra sebagai pendekatan inovatif untuk menangani permasalahan kulit rosacea. Gagasan ini memanfaatkan potensi senyawa bioaktif Glycyrrhiza glabra yang diketahui memiliki aktivitas antiinflamasi, antioksidan, dan antiangiogenesis. Teknologi hydrogel-forming microneedle dipilih sebagai bagian dari pendekatan penghantaran zat aktif yang dikembangkan dalam inovasi tersebut. LICONOVA dirancang untuk membantu mempertahankan dan memulihkan homeostasis skin barrier yang terganggu pada kondisi rosacea. Melalui perpaduan bahan alam dan teknologi penghantaran modern, inovasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu landasan pengembangan produk perawatan kulit berbasis herbal yang lebih efektif dan berkelanjutan, dengan tetap memerlukan penelitian lebih lanjut untuk menilai keamanan dan efektivitasnya.

Keberhasilan Tim Cius Nih Kak meraih Juara 1 diraih setelah melalui proses penilaian karya pada babak penyisihan, kemudian mempresentasikan gagasan dan menjawab pertanyaan dewan juri pada babak final. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengembangkan ide kreatif berbasis ilmu kefarmasian untuk menjawab tantangan di bidang kesehatan kulit dan industri kecantikan. Prestasi tersebut juga menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk terus mengeksplorasi potensi bahan alam serta mengintegrasikannya dengan perkembangan teknologi dalam menghasilkan gagasan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Prestasi ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui pengembangan gagasan yang berorientasi pada kesehatan kulit; SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kompetensi riset, pemikiran kritis, dan inovasi mahasiswa; serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui eksplorasi teknologi penghantaran zat aktif untuk mendukung pengembangan produk perawatan kulit. Capaian ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk terus menghasilkan inovasi kefarmasian yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi, dan potensi bahan alam.

Penulis: Tim Cius Nih Kak | Foto: Tim Cius Nih Kak

Share this post
Type Keyword to Search