Lansia Tangguh Lamuk: Farmasi UGM Bekali Sekolah Lansia di Wonosobo Hidup Lebih Sehat dan Bijak Gunakan Obat

Wonosobo, 24 Oktober 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Fakultas Farmasi melaksanakan kegiatan bertajuk “Lansia Tangguh Lamuk: Optimalisasi Peran Kader Sekolah Lansia dalam Edukasi Kesehatan demi Tercapainya SDGs Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo” pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini diketuai oleh Prof. Dr.rer.nat. apt. Adam Hermawan, M.Sc., bersama anggota tim apt. M. Novrizal Abdi Sahid, M.Eng., Ph.D., apt. Dyaningtyas Dewi Pamungkas Putri, M.Sc., Ph.D., apt. Setyowati Triastuti Utami, dan apt. Ismiyati, M.Sc. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Sarjana Farmasi, Magister Ilmu Farmasi, dan Doktor Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi UGM sebagai panitia.

Acara diawali dengan sambutan Bapak Zaenu Rasidi selaku Kepala Desa Lamuk, serta Ibu Farikah Maesunah selaku perwakilan pengurus Sekolah Lansia Lamuk beserta jajarannya. Sambutan kemudian disampaikan oleh Prof. Dr.rer.nat. apt. Adam Hermawan, M.Sc. selaku ketua tim pengabdian. “Semoga melalui kegiatan ini, peserta Sekolah Lansia dapat mempertahankan derajat kesehatannya serta semakin sadar untuk menjaga kesehatan fisik dan mental,” ujarnya. Setelah itu, peserta belajar bersama tentang pola hidup sehat bagi lansia, penggunaan obat secara benar, dan penggunaan antibiotik secara bijak.

Materi pertama, Manajemen Pola Hidup Sehat Lansia, disampaikan oleh apt. M. Novrizal Abdi Sahid, M.Eng., Ph.D. Beliau menekankan pentingnya menjaga kebersihan karena usia lanjut lebih rentan terhadap infeksi, terutama influenza. Peserta juga diingatkan untuk rutin mengontrol tekanan darah dan kadar gula darah, serta memperhatikan kondisi lain yang sering dialami lansia, seperti asma, osteoporosis, penyakit jantung, dan penurunan daya ingat.

Materi kedua, penggunaan antibiotik secara bijak, disampaikan oleh apt. Setyowati Triastuti Utami. Peserta diingatkan bahwa antibiotik harus dihabiskan sesuai waktu dan aturan pakai, yang berbeda tergantung jenis obatnya. Peserta juga diingatkan agar tidak menyimpan pestisida berdekatan dengan tempat penyimpanan obat.

Materi ketiga, DAGUSIBU (Dapatkan, Simpan, Gunakan, Buang) dalam penggunaan obat, disampaikan oleh apt. Dyaningtyas Dewi Pamungkas Putri, M.Sc., Ph.D. Peserta diajak membiasakan mengecek tanggal kedaluwarsa obat, terutama obat yang sering dikeluarkan dan digunakan di rumah.

Tim juga membagikan dua bahan bacaan, yaitu buku saku Panduan Pola Hidup Sehat Lansia dan booklet Sehat di Ladang, Kuat di Usia Senja: Panduan Hidup Sehat untuk Lansia Petani Indonesia. Keduanya dapat dimanfaatkan kader Sekolah Lansia untuk meneruskan edukasi kepada lansia lain di desa. Kegiatan ini disambut antusias oleh anggota Sekolah Lansia dan warga Desa Lamuk. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan peserta dalam sesi diskusi. Tim berharap kegiatan ini dapat mendukung peran Sekolah Lansia dan para kader dalam menyebarkan edukasi kesehatan kepada masyarakat Desa Lamuk.

Kegiatan ini sejalan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Peningkatan pengetahuan lansia tentang pola hidup sehat dan penggunaan obat yang benar berkontribusi pada kehidupan sehat dan sejahtera (SDG 3). Edukasi kesehsdg 3atan yang dilakukan bersama kader mendukung pendidikan berkualitas (SDG 4), sementara kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan pengurus Sekolah Lansia memperkuat kemitraan untuk mencapai tujuan (SDG 17). Acara ditutup dengan foto bersama. Melalui kader yang lebih terampil, pengetahuan kesehatan diharapkan terus mengalir di Sekolah Lansia Lamuk sehingga lansia di desa ini tetap sehat, mandiri, dan produktif.

Penulis: Luthfiana Febrianti | Foto: Tim PKM

Share this post
Type Keyword to Search