Tim UGM Raih Juara 1 Clinical Skills Event pada 25th Asia Pacific Pharmaceutical Symposium 2026

Yogyakarta, 22 September 2026 – Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang terdiri atas Novelia Ardian Kharimah (24/534449/FA/14370), Azhym Bagus Diponegoro (24/536060/FA/14414), dan Kayra Hevenara (25/554937/FA/14861) berhasil meraih Juara 1 Clinical Skills Event (CSE) Beginner Level dalam rangkaian 25th Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS) 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada 7–14 Juli 2026 di Surabaya, Indonesia.

APPS 2026 merupakan ajang yang mempertemukan mahasiswa farmasi dan young professionals dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik. Selain symposium dan regional assembly, kegiatan ini menghadirkan berbagai kompetisi yang dirancang untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa farmasi, salah satunya Clinical Skills Event.

Clinical Skills Event (CSE) merupakan kompetisi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa farmasi untuk menguji pengetahuan klinis dan kemampuan pemecahan masalah sebagai bagian dari pengembangan kompetensi calon apoteker. Pada APPS 2026, CSE terbagi menjadi dua kategori, yaitu Beginner Level dan Advanced Level. Pada Beginner Level, peserta menghadapi serangkaian tantangan berbasis soal dan kasus klinis singkat yang menguji pemahaman dasar mengenai farmakologi, farmakoterapi, serta penggunaan obat secara rasional. Dalam kompetisi tahun ini, hipertensi menjadi salah satu topik yang digunakan dalam soal dan kasus klinis yang diberikan kepada peserta.

Tim UGM berhasil melewati tahap penyisihan dan melaju ke babak final setelah bersaing dengan peserta dari berbagai negara. Pada babak final, tim UGM berkompetisi dengan sejumlah tim dari negara seperti Singapura dan Thailand, serta tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kompetisi, Tim UGM berhasil meraih Juara 1 Clinical Skills Event Beginner Level APPS 2026. Sementara itu, Juara 2 diraih oleh tim Universitas Indonesia, sedangkan Juara 3 diraih oleh tim dari Thailand.

Keikutsertaan dalam Clinical Skills Event memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dalam menerapkan pengetahuan kefarmasian pada persoalan klinis. Melalui soal dan kasus yang diberikan, peserta tidak hanya dituntut memahami konsep farmakologi dan farmakoterapi, tetapi juga mengembangkan kemampuan analisis serta pengambilan keputusan terkait penggunaan obat secara rasional.

Pencapaian tersebut juga sejalan dengan kontribusi pendidikan kefarmasian terhadap Sustainable Development Goals (SDGs). Penguatan kompetensi klinis dan pemahaman mengenai penggunaan obat secara rasional berkontribusi pada SDG 3: Good Health and Well-being, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan keselamatan penggunaan obat. Proses pembelajaran berbasis kasus dan kompetisi akademik juga mendukung SDG 4: Quality Education melalui pengembangan pengetahuan, keterampilan analitis, dan pembelajaran berbasis pengalaman. Selain itu, pertemuan mahasiswa farmasi dari berbagai negara dalam APPS 2026 mencerminkan SDG 10: Reduced Inequalities melalui ruang interaksi dan pertukaran pengalaman lintas negara dan latar belakang pendidikan. Keterlibatan mahasiswa dalam forum akademik internasional juga memperkuat SDG 17: Partnerships for the Goals melalui jejaring dan pertukaran pengetahuan dalam bidang pendidikan dan kefarmasian.

Prestasi sebagai Juara 1 Clinical Skills Event Beginner Level 25th Asia Pacific Pharmaceutical Symposium 2026 menjadi salah satu capaian mahasiswa UGM dalam kompetisi kefarmasian tingkat internasional. Pencapaian ini sekaligus memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk menguji dan mengembangkan kemampuan dalam menerapkan pengetahuan dasar kefarmasian pada persoalan klinis dalam lingkungan kompetitif dan lintas negara.

Share this post
Type Keyword to Search