Yogyakarta, 22 Juli 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali memperkuat jejaring akademik internasional melalui penyelenggaraan Faculty Meeting, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), serta kegiatan Visiting Professor yang menghadirkan Prof. Mitsunori Kirihata, Ph.D. dari BNCT Research Center, Osaka Metropolitan University (OMU), Jepang. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program hibah International Joint Research Academy (IJRA) 2025/2026 yang diketuai oleh Prof. Dr. apt. Ratna Asmah Susidarti, M.S., sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperluas kolaborasi pendidikan dan riset antara kedua institusi.
Faculty meeting yang dilaksanakan di Fakultas Farmasi UGM menjadi forum diskusi antara pimpinan dan sivitas akademika kedua institusi untuk membahas peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan inovasi di bidang farmasi. Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk membangun kemitraan akademik yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Fakultas Farmasi UGM dan Osaka Metropolitan University juga melaksanakan penandatanganan MoU sebagai landasan kerja sama institusional jangka panjang. Kesepakatan ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih intensif, khususnya dalam pengembangan riset farmasi, program akademik internasional, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pertukaran pengetahuan yang mendukung kemajuan ilmu kesehatan dan farmasi.
Kegiatan faculty meeting, penandatanganan MoU, dan visiting professor ini juga sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kolaborasi riset yang berfokus pada pengembangan terapi kanker melalui teknologi BNCT berkontribusi pada SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui upaya menghadirkan inovasi kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pelaksanaan kuliah tamu, diskusi ilmiah, dan pertukaran pengetahuan antara akademisi Indonesia dan Jepang mendukung SDG 4 (Quality Education) dengan memperluas akses terhadap ilmu pengetahuan mutakhir dan pengalaman akademik internasional bagi mahasiswa maupun dosen. Penguatan riset dan pengembangan inovasi di bidang farmasi juga mencerminkan implementasi SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), sementara kemitraan strategis yang diwujudkan melalui penandatanganan MoU menjadi bentuk nyata kontribusi terhadap SDG 17 (Partnerships for the Goals) dalam membangun kolaborasi global yang berkelanjutan untuk mendorong kemajuan pendidikan, penelitian, dan kesehatan.
Penulis: Deny | Editor: Fathul | Foto: Deny


