Yogyakarta, 23 Juli 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyelenggarakan Workshop Apoteker Spesialis dengan agenda Focus Group Discussion (FGD) Kurikulum dan Standar Kompetensi Program Pendidikan Apoteker Spesialis Farmasi Terapan Intensif pada Kamis (23/7) di Ruang Sidang Pimpinan 707, Lantai 7 Gedung APSLC Fakultas Farmasi UGM. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan penyelenggaraan Program Pendidikan Apoteker Spesialis yang relevan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan, khususnya di bidang farmasi terapan intensif.
FGD dihadiri oleh para akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan yang memiliki kompetensi di bidang farmasi klinik dan pelayanan intensif. Melalui forum ini, para peserta berdiskusi secara komprehensif untuk menyusun kurikulum dan standar kompetensi yang mampu menjawab tantangan pelayanan kefarmasian pada pasien kritis, sekaligus mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik kefarmasian terkini.
Diskusi difokuskan pada penyusunan capaian pembelajaran lulusan, struktur kurikulum, materi pembelajaran, hingga standar kompetensi yang harus dimiliki oleh calon Apoteker Spesialis Farmasi Terapan Intensif. Selain sesi pleno, peserta juga dibagi ke dalam kelompok kerja untuk menyusun silabus dan memberikan masukan terhadap rancangan kurikulum berdasarkan bidang keahlian masing-masing.
Program Pendidikan Apoteker Spesialis Farmasi Terapan Intensif dirancang untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sebagai praktisi apoteker spesialis di unit pelayanan intensif, konsultan klinis dalam perawatan pasien kritis, peneliti yang mampu menghasilkan inovasi di bidang praktik kefarmasian pada pasien kritis, pendidik dan mentor bagi tenaga kesehatan, serta pemimpin dalam pelayanan kefarmasian spesialis di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui penyelenggaraan FGD ini, Fakultas Farmasi UGM berharap dapat menghimpun berbagai masukan konstruktif dari para ahli sehingga kurikulum dan standar kompetensi yang dihasilkan memiliki kualitas akademik yang kuat, sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan nasional, serta mampu menghasilkan lulusan yang profesional, adaptif, dan berdaya saing.
Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Fakultas Farmasi UGM dalam mendukung SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui penguatan kompetensi tenaga kefarmasian untuk pelayanan pasien kritis, SDG 4 (Quality Education) melalui pengembangan kurikulum pendidikan profesi yang berkualitas dan berbasis kebutuhan, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan dalam penyusunan standar kompetensi profesi.
Penulis: Tiara | Editor: Fathul | Foto: Deny


