Tim Mahasiswa Farmasi UGM Raih Prestasi Internasional pada Clinical Practice Event IPSF APRO 2026

Yogyakarta, 20 April 2026 – Tim mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih juara pada kategori Clinical Skill Event (Beginner Level) dalam Clinical Practice Event (CPE) 2026 yang diselenggarakan oleh International Pharmaceutical Students’ Federation Asia Pacific Regional Office (IPSF APRO). Prestasi ini menunjukkan kompetensi mahasiswa Farmasi UGM dalam bidang farmasi klinis sekaligus memperkuat kiprah fakultas di tingkat internasional.

Clinical Practice Event merupakan ajang tahunan yang mempertemukan mahasiswa farmasi dari kawasan Asia Pasifik untuk mengasah kompetensi di bidang farmasi klinis melalui berbagai workshop dan kompetisi. Mengusung tema “Crucial Support Framework: Eliminating Gynaecological Cancer”, penyelenggaraan CPE 2026 berfokus pada penguatan peran apoteker dalam penanganan kanker ginekologi, mulai dari pengambilan keputusan klinis hingga pelayanan kefarmasian kepada pasien.

Tim Farmasi UGM yang berhasil meraih juara diketuai oleh Vania Christella Wibowo Putri dengan anggota Nabila Putri Herviana. Tim yang mewakili Fakultas Farmasi UGM tersebut bersaing dengan 72 peserta lainnya yang tergabung dalam 21 tim dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi mahasiswa farmasi di Indonesia dan Malaysia, diantaranya Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, Fakultas Farmasi Universitas Airlangga, serta Malaysian Pharmacy Students’ Association (MyPSA).

Kompetisi Clinical Skill Event dirancang untuk menguji kemampuan mahasiswa dalam menerapkan pengambilan keputusan klinis pada kasus farmakoterapi kanker ginekologi. Pada babak penyisihan, peserta mengerjakan 40 soal pilihan ganda selama 60 menit yang mencakup materi rekonsiliasi obat, pemantauan terapi, dan pertimbangan klinis pada pasien kanker ginekologi. Lima tim dengan hasil terbaik berhak melaju ke babak final.

Pada babak final, setiap tim diberikan waktu selama 60 menit untuk menganalisis kasus klinis, melakukan wawancara dengan pasien simulasi, melaksanakan rekonsiliasi obat, serta menyusun rencana pemantauan terapi yang komprehensif. Penilaian dilakukan berdasarkan akurasi klinis, kemampuan komunikasi dengan pasien, serta ketepatan strategi pemantauan terapi yang disusun.

Seluruh rangkaian Clinical Practice Event 2026 diselenggarakan secara daring, dengan babak penyisihan pada 18 Januari 2026, workshop pada 31 Januari 2026, dan babak final pada 19 April 2026. Selain menjadi wadah pengembangan kompetensi, para pemenang utama juga memperoleh kesempatan untuk mendapatkan voucher menuju Asia Pacific Pharmaceutical Symposium (APPS) dan mengikuti seleksi IPSF Global PharmaOlympics.

Keberhasilan ini mencerminkan komitmen Fakultas Farmasi UGM dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi klinis yang relevan terhadap tantangan pelayanan kefarmasian global, khususnya dalam penanganan kanker ginekologi. Prestasi tersebut juga mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui peningkatan kualitas pemantauan terapi pasien, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui pembelajaran berbasis studi kasus, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dan pertukaran pengetahuan di tingkat internasional.

Penulis : Tiara
Editor : Fathul

Share this post
Type Keyword to Search