Tim Mahasiswa Farmasi UGM Borong Prestasi pada Rx Tournament 2nd Edition IPSF 2026

Yogyakarta, 15 Juni 2026 – Tim mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) menorehkan prestasi membanggakan pada Rx Tournament 2nd Edition IPSF 2026. Tim B5 dari Fakultas Farmasi UGM berhasil meraih Juara I Compounding Event, Juara I Patient Counselling Event, dan Juara II Pharmacy Profession Advocacy Campaign pada kategori Beginner Level. Selain itu, tim juga menjadi finalis pada cabang Clinical Skills Event dan Industrial Skills Event, masing-masing menempati peringkat keempat.

Rx Tournament merupakan kompetisi kefarmasian yang diselenggarakan oleh International Pharmaceutical Students’ Federation (IPSF), organisasi mahasiswa farmasi internasional yang telah berdiri sejak 1949. Pada penyelenggaraan edisi kedua, kompetisi mempertandingkan lima cabang lomba, yaitu Compounding Event (CE), Clinical Skills Event (CSE), Industrial Skills Event (ISE), Patient Counselling Event (PCE), dan Pharmacy Profession Advocacy Campaign (PPAC) pada kategori Beginner dan Advance.

Seluruh cabang kompetisi menggunakan satu studi kasus yang sama, yakni seorang pasien laki-laki berusia 45 tahun dengan diabetes melitus tipe 2 yang belum terkontrol dan disertai hipertensi, dislipidemia, gangguan bipolar, obesitas, serta neuropati perifer. Melalui studi kasus tersebut, peserta ditantang untuk menyelesaikan berbagai permasalahan kefarmasian secara komprehensif dari berbagai perspektif praktik profesi apoteker.

Tim B5 terdiri atas Shintia Dewi Pravitia, Kalifa Fazia Abilham, Rasya Khairani Rismaputri, Nayla Rahma Nur Alifa, dan Allesha Ratrin Kalinda, mahasiswa Program Studi Farmasi angkatan 2024 kelas International Undergraduate Program (IUP) Fakultas Farmasi UGM. Seluruh rangkaian tugas dikerjakan secara daring dan dinilai langsung oleh dewan juri IPSF, dengan babak final yang diselenggarakan pada 6 Juni 2026.

Pada cabang Compounding Event, peserta diuji dalam melakukan perhitungan formula dan teknik peracikan sediaan farmasi sesuai dengan kebutuhan pasien. Sementara itu, Clinical Skills Event menilai kemampuan peserta dalam menyusun SOAP Note serta melakukan pengambilan keputusan klinis berdasarkan kondisi pasien.

Pada Industrial Skills Event, peserta diminta mengembangkan konsep aplikasi kesehatan digital yang mendukung pengelolaan penyakit kronis. Adapun pada Patient Counselling Event, tim membuat video simulasi konseling berdurasi 10 menit dengan satu anggota berperan sebagai apoteker dan anggota lainnya sebagai pasien. Sementara pada Pharmacy Profession Advocacy Campaign, peserta menyusun media edukasi berupa poster yang mengangkat peran strategis profesi apoteker dalam pelayanan kesehatan.

Berkat persiapan yang matang, serta kolaborasi antaranggota tim, Tim B5 berhasil meraih Juara I Compounding Event, Juara I Patient Counselling Event, Juara II Pharmacy Profession Advocacy Campaign, serta menjadi finalis pada Clinical Skills Event dan Industrial Skills Event.

Prestasi ini menunjukkan kompetensi mahasiswa Farmasi UGM dalam bidang kefarmasian sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being) melalui peningkatan kualitas pelayanan pasien, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan kompetensi mahasiswa, dan SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi serta jejaring internasional di bidang kefarmasian. 

Penulis : Tiara
Editor : Fathul

Share this post
Type Keyword to Search