Inovasi SAVIOR Antarkan Tim Mahasiswa Farmasi UGM Raih Medali Emas dan Poster Terbaik di Ajang Internasional SPARK 2026

Yogyakarta, 20 Juli 2026 – Perwakilan tim dari Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) membawa pulang prestasi gemilang berupa penghargaan Medali Emas dan Poster Terbaik dalam ajang SPARK (International Student Poster and Article Research Competition) 2026. Kompetisi tingkat internasional yang berbasis akademik dan inovasi ini diselenggarakan oleh Fakultas Komunikasi dan Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKI UMS).

Penghargaan ini diraih oleh tim yang beranggotakan lima mahasiswa farmasi, yaitu Nadiffa Althaff Vayzza, Elnino Profetika Zarathrustra, Stevano Jeconia Mangi Ly, Cindy Aletheia Maulina Napituliu, dan Rossiana Kaori Dian Arum. Mereka berhasil meyakinkan dewan juri melalui karya inovasi teknologi yang diberi nama “SAVIOR”.

Dengan mengusung tema utama “Technology, Innovation for Sustainable Communities and Communication”, SPARK 2026 bertujuan mendorong kolaborasi lintas disiplin ilmu yang meliputi teknologi informasi, sistem informasi, dan studi komunikasi dalam menciptakan solusi digital atas berbagai tantangan di dunia nyata. Kompetisi ini melibatkan 278 partisipan yang mewakili 13 institusi dari berbagai negara, seperti Indonesia, China, Ghana, dan Nigeria.

Perjalanan Tim menuju kemenangan diawali dengan babak semifinal yang dilaksanakan secara daring melalui pengumpulan karya inovasi. Setelah karya mereka berhasil lolos penilaian dewan juri, tim langsung melaju ke babak final yang diselenggarakan oleh panitia menggunakan skema hybrid (daring dan luring). Tim memutuskan untuk bertanding melalui jalur daring, dimana mereka mempresentasikan produk SAVIOR sekaligus menjalani sesi tanya jawab virtual bersama dewan juri melalui platform Zoom Meeting.

Ketua tim, Elnino Profetika Zarathrustra, mengungkapkan kebanggaannya atas apresiasi luar biasa di tingkat internasional ini. Menurut Elnino, pengembangan SAVIOR berakar pada tingginya keresahan masyarakat akan isu keamanan pangan nasional.

“SAVIOR kami hadirkan sebagai sebuah solusi sekaligus inovasi besar yang berangkat dari keresahan kami sekaligus masyarakat kaitannya dengan melonjaknya kasus keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis. Pemanfaatan teknologi tentu menjadi dasar kami dari pengembangan alat ini,” papar Elnino.

Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi merupakan landasan utama dari terciptanya alat ini.

“Yang sangat kami senangi adalah apa yang kami buat ini benar benar dilirik para dewan juri dan mendapatkan apresiasi di tingkat internasional dan berhasil meraih Gold Medal serta Best Poster. Kompetisi besar di tingkat Internasional yang diikuti oleh 278 tim dan 13 institusi berbeda tentu menjadi pengalaman yang berharga untuk memperkenalkan hasil pengembangan SAVIOR sekaligus mendapatkan berbagai masukan yang bermanfaat. Kami berharap inovasi ini dapat terus dikembangkan dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan keamanan pangan melalui pemanfaatan teknologi,” tambahnya.

Kedepannya, inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut demi memberikan kontribusi nyata dalam penguatan sistem keamanan pangan di Indonesia.

Terciptanya teknologi SAVIOR ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa Fakultas Farmasi UGM dalam mewujudkan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Mengatasi isu keracunan pada Program Makan Bergizi Gratis secara langsung sejalan dengan pencapaian SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui mitigasi krisis kesehatan masyarakat. Selain itu, hadirnya inovasi alat berbasis teknologi informasi ini turut mensukseskan pilar SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, sekaligus mendampingi upaya pencapaian SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan dengan memastikan bahwa akses pemenuhan gizi yang didistribusikan kepada masyarakat tidak hanya terjangkau, tetapi juga terjamin keamanan konsumsinya secara berkelanjutan.

Penulis : Gilang Editor : Fathul

Share this post
Type Keyword to Search