Yogyakarta, 30 April 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat menginisiasi kegiatan bertajuk “Penguatan Literasi Sains dan Kapasitas Masyarakat dalam Karakterisasi Mutu, Autentisitas, dan Aktivitas Biologis Madu sebagai Agen Kesehatan”. Program ini merupakan bagian dari Community Development berbasis riset aplikatif dan pemberdayaan masyarakat dengan kolaborator internasional. Program ini diketuai oleh Prof. Dr. rer. nat. apt. Nanang Fakhrudin bersama tim lintas disiplin dari Fakultas Farmasi dan Fakultas Biologi UGM.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi sains masyarakat, khususnya peternak lebah, produsen, distributor madu, serta masyarakat umum dalam memahami, mengevaluasi, dan menjaga mutu serta autentisitas madu berbasis bukti ilmiah. Madu sebagai produk alami yang banyak digunakan sebagai nutraseutikal dan agen promotif kesehatan memiliki nilai ekonomi tinggi, namun masih menghadapi tantangan berupa rendahnya pemahaman pelaku usaha terkait standar mutu, isu adulterasi (praktik pemalsuan), serta metode ilmiah untuk mendeteksi keaslian madu.

Program dilaksanakan pada Kamis, 30 April 2026 melalui seminar ilmiah, workshop interaktif, kunjungan lapangan ke peternak lebah di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, serta pengujian mutu dan autentisitas sampel madu oleh laboratorium independen. Mitra sasaran melibatkan Kelompok Tani Hutan Lebah Madu Sari Alami, Asosiasi Perlebahan Indonesia (API), ILMI (Inspirator Lebah Madu Indonesia), produsen madu, hingga masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kualitas madu lokal. Peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai karakteristik fisikokimia madu, manfaat biologis madu, isu madu palsu, hingga metode identifikasi autentisitas berbasis teknologi laboratorium modern.
Kegiatan ini turut diperkuat melalui kolaborasi internasional dengan Faculty of Pharmacy, University of Cyberjaya, Malaysia, dengan Professor Dr. Gan Siew Hua sebagai mitra internasional utama dalam memberikan pemaparan terkait kualitas dan keaslian madu bagi para peserta. Selain itu, terdapat pula informasi terkait peran peternak dan pengemas untuk menghasilkan madu berkualitas yang disampaikan oleh Drs. Hari Purwanto, M.P., Ph.D. dari Fakultas Biologi UGM. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat transfer pengetahuan, membuka peluang riset lanjutan, serta mendukung pengembangan standar mutu madu Indonesia berbasis data ilmiah yang lebih kuat dan terintegrasi secara global.
Luaran dari program ini mencakup peningkatan literasi peserta melalui pre-test dan post-test, penyusunan modul edukasi atau buku saku berbasis sains mengenai karakterisasi madu, laporan hasil uji autentisitas madu, publikasi media, policy brief, hingga penguatan jejaring kolaborasi nasional dan internasional. Program ini juga menjadi bentuk nyata translasi hasil riset laboratorium ke masyarakat agar manfaat ilmu pengetahuan dapat dirasakan secara langsung oleh pelaku usaha dan komunitas lokal.

Melalui program ini, Fakultas Farmasi UGM menegaskan komitmennya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Penguatan kapasitas masyarakat dalam menjaga mutu produk alami seperti madu diharapkan mampu mendukung kesehatan masyarakat, meningkatkan nilai ekonomi lokal, serta memperkuat kolaborasi global dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan.
Penulis: Tiara | Editor: Fathul | Foto: Gilang



