Yogyakarta, 5 Mei 2026 – Program Studi Magister Farmasi Klinik (MFK) Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada resmi memperoleh predikat Unggul selama 5 tahun (2026-2031) setelahpelaksanaan asesmen lapangan reakreditasi yang berlangsung pada 5–8 April 2026 yang lalu. Pencapaian ini menjadi bukti komitmen program studi MFK dalam menjaga standar mutu pendidikan tinggi sekaligus memperkuat relevansinya dalam pengembangan layanan kefarmasian.
Predikat Unggul ini merupakan hasil dari konsistensi dalam pengelolaan program studi yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kurikulum, serta pengembangan kompetensi lulusan agar mampu menjawab kebutuhan praktik farmasi klinik dan sistem pelayanan kesehatan yang terus berkembang.
Capaian ini semakin diperkuat dengan diraihnya akreditasi internasional ASIIN, yang merupakan lembaga akreditasi internasional untuk bidang teknik, informatika, sains, matematika, dan kedokteran untuk periode 2025–2032. Pengakuan ini menegaskan kualitas pendidikan, tata kelola akademik, serta komitmen fakultas dalam menjaga standar pembelajaran yang selaras dengan benchmark global.
Ketua Program Studi Magister Farmasi Klinik, Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika serta dukungan dari berbagai pihak. Menurutnya, predikat unggul ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kontribusi keilmuan, dan memperkuat peran program studi dalam mendukung pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Kedepan, Program Studi Magister Farmasi Klinik berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dalam pendidikan dan riset, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra guna menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan mampu memberikan dampak nyata dalam praktik farmasi klinik.
Pencapaian ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan mutu pendidikan tinggi, SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui pengembangan tenaga kesehatan, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui kontribusi dalam penguatan sistem layanan kesehatan yang berkelanjutan.
Penulis: Sekar | Editor: Fathul



