Yogyakarta, 1 Januari 2026 — Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi pada ajang Pharmacopeia 2025 yang diselenggarakan oleh BEM Kemafar Universitas Padjadjaran (Unpad). Pharmacopeia merupakan kompetisi nasional yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, serta sejumlah universitas lainnya. Kompetisi ini menghadirkan beragam cabang perlombaan yang berfokus pada penguatan kapasitas ilmiah, inovasi, dan penerapan ilmu kefarmasian. Salah satu cabang yang diperlombakan adalah Research and Development, yang menantang peserta untuk menyusun konsep pengembangan yang sistematis, inovatif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademik.
Pada cabang Research and Development, penilaian mencakup ketepatan perumusan latar belakang masalah, kejelasan tujuan, kebaruan serta relevansi ide, kelogisan metode atau tahapan pengembangan, dan kelayakan implementasi. Selain itu, aspek presentasi dan kemampuan tim dalam menjawab pertanyaan dewan juri juga menjadi komponen penting dalam menentukan hasil akhir. Cabang ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, serta pemahaman terhadap proses pengembangan dalam bidang kefarmasian.
Dalam ajang Pharmacopeia 2025, tim dari Fakultas Farmasi UGM yang terdiri atas Muhammad Harosan Syadida Jauhar, Khalila Hanun Mahira, Ardipta Feyant Santoso, dan Ni Komang Wijayanti Sinta Dewi berhasil meraih Juara 3 pada cabang Research and Development. Capaian ini merupakan hasil dari proses persiapan yang matang, pembagian peran yang terstruktur, serta penyusunan materi yang runtut dan didukung oleh argumentasi ilmiah yang kuat. Selama proses tersebut, tim memperoleh pembelajaran langsung mengenai manajemen proyek, kolaborasi, dan penerjemahan ide konseptual ke dalam strategi pengembangan yang aplikatif.
Raihan Juara 3 ini menjadi wujud kontribusi mahasiswa Fakultas Farmasi UGM dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi di lingkungan akademik. Prestasi tersebut diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk aktif mengikuti kompetisi ilmiah tingkat nasional, sekaligus mendorong lahirnya karya karya pengembangan yang relevan, aplikatif, dan berdampak bagi kemajuan ilmu kefarmasian serta peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
Sebagai penutup, capaian ini turut berkontribusi dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs, khususnya SDG 3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui inovasi di bidang kesehatan, SDG 9 Industri Inovasi dan Infrastruktur melalui pengembangan riset berbasis inovasi, serta SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan kapasitas akademik dan riset mahasiswa. Prestasi ini sekaligus menegaskan peran strategis Fakultas Farmasi UGM dalam mendorong inovasi yang berdampak dan berkelanjutan bagi masyarakat.



