Yogyakarta, 20 Agustus 2026 — Mahasiswa Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional melalui ajang Rx Tournament 2nd Edition IPSF 2026. Tim B30 yang beranggotakan Amer Fatehi Omar Ghuzi, mahasiswa Program Studi Farmasi UGM angkatan 2024 dari kelas International Undergraduate Program (IUP), bersama tiga mahasiswa dari perguruan tinggi lain, berhasil meraih Juara 1 Pharmacy Profession Advocacy Campaign (PPAC) Beginner Level dan Juara 2 Industrial Skills Event (ISE) Beginner Level.
Rx Tournament merupakan kompetisi kefarmasian yang diselenggarakan oleh International Pharmaceutical Students’ Federation (IPSF), organisasi internasional yang mewadahi dan mengadvokasi mahasiswa farmasi dan sains farmasi sejak 1949. Pada edisi keduanya, Rx Tournament mempertandingkan lima cabang kompetisi pada level Beginner dan Advance, yaitu Compounding Event (CE), Clinical Skills Event (CSE), Industrial Skills Event (ISE), Patient Counselling Event (PCE), serta Pharmacy Profession Advocacy Campaign (PPAC).
Kompetisi yang berlangsung dari 29 April hingga 13 Juni 2026 tersebut mengangkat satu studi kasus yang digunakan secara bersama pada seluruh cabang lomba. Peserta ditantang untuk menyelesaikan kasus seorang pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2 yang belum terkontrol, disertai hipertensi, dislipidemia, gangguan bipolar, obesitas, dan neuropati perifer.
Studi kasus tersebut menguji kemampuan peserta dalam mengintegrasikan berbagai aspek keilmuan dan praktik kefarmasian. Pada cabang CE, peserta mengerjakan perhitungan dan teknik peracikan sediaan farmasi. CSE menuntut peserta menyusun SOAP Note serta melakukan simulasi penanganan kasus klinis. Pada ISE, peserta merancang konsep aplikasi kesehatan digital untuk mendukung manajemen penyakit kronis. Sementara itu, PCE menguji kemampuan konseling pasien melalui video simulasi, dan PPAC menilai kemampuan peserta dalam mengomunikasikan serta mengadvokasikan peran profesi apoteker melalui media edukasi.
Seluruh rangkaian tugas dikumpulkan secara daring dan dinilai oleh dewan juri IPSF. Puncak kompetisi dilaksanakan pada 6 Juni 2026, ketika Tim B30 mengikuti seluruh lima cabang lomba pada kategori Beginner Level.
Berkat persiapan yang matang, pembagian tugas yang efektif, serta kekompakan tim, Tim B30 berhasil memperoleh hasil yang membanggakan. Selain meraih Juara 1 PPAC Beginner Level dan Juara 2 ISE Beginner Level, Tim B30 juga berhasil menjadi finalis atau menempati posisi kelima pada tiga cabang lainnya, yaitu Patient Counselling Event (PCE), Clinical Skills Event (CSE), dan Compounding Event (CE).
Capaian tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa Farmasi UGM dalam mengintegrasikan kompetensi kefarmasian secara komprehensif, mulai dari aspek peracikan, pelayanan klinis, industri, konseling pasien, hingga advokasi profesi. Keberhasilan Tim B30 juga menjadi bukti kontribusi mahasiswa Farmasi UGM dalam membawa kompetensi dan semangat kolaborasi mahasiswa farmasi Indonesia ke tingkat internasional.
Prestasi Tim B30 turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4, Quality Education, melalui pengembangan kompetensi mahasiswa berbasis studi kasus dan pengalaman kompetisi internasional, SDG 8, Decent Work and Economic Growth, melalui penguatan keterampilan profesional dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja, serta SDG 9, Industry, Innovation and Infrastructure, melalui pengembangan gagasan inovatif berbasis teknologi kesehatan dalam cabang Industrial Skills Event.



