Kulon Progo, 5 Juni 2026 — Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Community Development Berbasis Riset Aplikatif dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Kolaborator Internasional Tahun Anggaran 2026 menyelenggarakan Pelatihan Produksi Olahan Jahe pada Jumat (5/6) di Balai Kelurahan Hargotirto, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program pemberdayaan masyarakat yang telah dilaksanakan sebelumnya dan pada tahun ini berfokus pada penerapan teknologi tepat guna, produksi olahan jahe, serta evaluasi kegiatan secara berkelanjutan. Program ini dipimpin oleh Prof. apt. Agung Endro Nugroho, M.Si., dosen dalam bidang farmakologi dan toksikologi, Fakultas Farmasi UGM.
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan kelompok perempuan desa, khususnya Srikandi Desa di Kalurahan Hargotirto, melalui pengembangan produk kefarmasian berbasis empon-empon dengan pendekatan riset aplikatif. Jahe dipilih sebagai komoditas utama karena memiliki potensi besar dalam aspek kesehatan maupun ekonomi, namun pengelolaan pascapanen dan standardisasi mutu berbasis senyawa aktif masih perlu ditingkatkan.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan pelatihan terkait pengolahan pascapanen jahe, produksi sediaan herbal sederhana, hingga penerapan teknologi tepat guna skala rumah tangga. Program juga mengintegrasikan penetapan mutu jahe berbasis kadar 6-shogaol sebagai parameter ilmiah untuk mendukung kualitas produk herbal yang aman, bermutu, dan bernilai tambah.
Metode pelaksanaan program meliputi sosialisasi, focus group discussion (FGD), workshop, praktik langsung, pembentukan kelompok kerja perempuan sebagai unit produksi, serta pendampingan dan evaluasi berkala. Selain itu, kegiatan diperkuat melalui kolaborasi internasional bersama Curtin University Malaysia guna mendukung transfer pengetahuan dan keberlanjutan program.
Program ini menargetkan tersusunnya panduan mutu jahe, peningkatan kapasitas minimal oleh peserta, serta dihasilkannya produk olahan jahe yang memiliki kualitas lebih baik dan nilai ekonomi yang lebih tinggi. Melalui pelatihan ini, diharapkan masyarakat dapat mengembangkan produk herbal lokal secara mandiri dan berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-Being), SDG 5 (Gender Equality), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 12 (Responsible Consumption and Production), serta SDG 17 (Partnerships for the Goals).
Dengan adanya sinergi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan mitra internasional, Fakultas Farmasi UGM berharap program ini dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis riset yang mampu meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, serta kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Penulis: Rizqi Vazrin | Editor: Fathul | Foto: Gilang



