Yogyakarta, 20 Juli 2026 – Dua mahasiswa Program Studi S1 Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Fauzia Amrina Rosyada dan Elvira Nathania Ardiani, berhasil meraih Juara II pada Lomba Esai Nasional PHARMAVOLUTION 2026. Prestasi tersebut diraih melalui karya inovatif berjudul “HydroDFU: Inovasi Hidrogel Nanopartikel Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) sebagai Terapi Modern Diabetic Foot Ulcer dengan Pendekatan Quality by Design” yang menawarkan pengembangan terapi berbasis bahan alam untuk penanganan luka kaki diabetik.
PHARMAVOLUTION 2026 merupakan kompetisi esai tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Farmasi Universitas dr. Soebandi Jember. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa program D3, D4, dan S1 dari seluruh Indonesia untuk menghadirkan gagasan inovatif dalam menjawab tantangan kesehatan modern. Mengusung tema “Revolusi Farmasi dalam Menjawab Tantangan Kesehatan Modern”, salah satu subtema yang diperlombakan adalah pengembangan obat berbasis bahan alam.
Kompetisi dilaksanakan secara daring melalui dua tahapan, yaitu seleksi naskah esai untuk menentukan enam finalis terbaik, kemudian dilanjutkan dengan presentasi dan sesi tanya jawab di hadapan dewan juri pada babak grand final. Dari puluhan karya yang berkompetisi, Fauzia dan Elvira berhasil lolos sebagai enam besar finalis sebelum akhirnya meraih Juara II.
Melalui inovasi HydroDFU, keduanya mengembangkan konsep hydrogel nanopatch berbasis ekstrak daun rambutan (Nephelium lappaceum L.) dengan pendekatan Quality by Design (QbD). Pendekatan ini bertujuan menghasilkan formulasi yang optimal, efektif, dan konsisten sehingga berpotensi meningkatkan kualitas terapi bagi pasien diabetic foot ulcer (DFU) atau luka kaki diabetik.
Daun rambutan diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, dan antidiabetik. Pemanfaatan senyawa tersebut dalam sistem penghantaran obat berbentuk hydrogel nanopatch diharapkan dapat mempercepat proses penyembuhan luka, mengurangi risiko infeksi dan komplikasi, serta menekan angka amputasi pada pasien diabetes.
Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan mahasiswa Fakultas Farmasi UGM dalam mengintegrasikan potensi bahan alam Indonesia dengan pendekatan rekayasa formulasi farmasi modern untuk menghasilkan inovasi yang memiliki peluang implementasi di masa depan. Selain mencerminkan kapasitas akademik dan riset mahasiswa, capaian ini juga memperlihatkan pentingnya pengembangan solusi kesehatan yang berbasis bukti ilmiah dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Prestasi tersebut sejalan dengan komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi farmasi berbasis riset, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan sumber daya hayati lokal secara berkelanjutan untuk pengembangan obat, serta SDG 15 (Ekosistem Daratan) dengan mendorong pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia sebagai sumber inovasi di bidang kesehatan.
Penulis : Rizqi Vazrin Editor : Fathul


