Yogyakarta, 11 Mei 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM). Tim yang terdiri atas Neyla Ikhsyaniyah Balqis, Azzahra Aurelya Saraswati P., dan Afifah Nabila berhasil meraih Juara Esai Berkelanjutan pada ajang PALIAFEST yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB). Prestasi tersebut diraih melalui karya inovatif berjudul “NutriTrack: Platform Kecerdasan Buatan Terintegrasi untuk Pemantauan Gizi MBG, Kontrol Glikemik, dan Manajemen Diet Berbasis Computer Vision sebagai Solusi Kolaborasi Lintas Disiplin di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Mendukung Sustainable Development Goals.”
Melalui karya NutriTrack, tim mahasiswa Fakultas Farmasi UGM mengembangkan gagasan berupa platform berbasis Artificial Intelligence (AI) yang mengintegrasikan teknologi Computer Vision untuk mendukung pemantauan status gizi, pengendalian kadar glikemik, serta manajemen diet secara efektif dan terintegrasi. Platform ini dirancang untuk membantu pelaksanaan program pemenuhan gizi melalui kolaborasi lintas disiplin di lingkungan SPPG.
Sistem yang diusulkan mampu mengidentifikasi jenis makanan serta memperkirakan kandungan gizinya secara otomatis. Sehingga, inovasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pemantauan gizi sekaligus mendukung tenaga kesehatan dalam mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat terkait intervensi nutrisi bagi masyarakat.
Keberhasilan tim Fakultas Farmasi UGM meraih penghargaan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara ilmu kefarmasian, teknologi digital, dan kecerdasan buatan mampu menghasilkan solusi inovatif yang relevan dengan tantangan kesehatan saat ini. Gagasan yang diusung tidak hanya menawarkan pendekatan baru dalam pengelolaan gizi, tetapi juga memperlihatkan besarnya potensi pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.
Prestasi ini juga sejalan dengan komitmen Fakultas Farmasi UGM dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger) melalui inovasi untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat, SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pengembangan teknologi yang mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui pemanfaatan AI dan teknologi digital dalam mendorong inovasi di bidang farmasi dan kesehatan.



