Yogyakarta, 18 Agustus 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) terus memperkuat langkah strategisnya dalam menjalin kerja sama akademik dan riset di kancah internasional. Sebagai tindak lanjut dari agenda kuliah tamu yang digelar pada Sabtu (14/8) di Auditorium Lantai 8 Gedung APSLC, kali ini Fakultas Farmasi UGM berkolaborasi dengan delegasi dari Chinese Medical University (CMU) dan National Research Institute of Chinese Medicine (NRICM), Taiwan, untuk terjun langsung ke lapangan pada Minggu (15/8).
Kunjungan lapangan ini menyasar perkebunan lokal pembudidaya tanaman obat yang berlokasi di Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Rombongan dari Taiwan yang dipimpin oleh Prof. Yuan Shiun Chang dari Department of Chinese Pharmaceutical Sciences, China Medical University, Taiwan, dan Prof. Yi-Chang Su, Director of National Research Institute of Chinese Medicine (NRICM), Taiwan diajak untuk melihat secara dekat potensi kekayaan obat tradisional di Indonesia.

Kegiatan ini didampingi secara langsung oleh Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Alumni Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. rer. nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si. Turut memandu jalannya peninjauan lapangan ini adalah Koordinator Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Lustrum XVI Fakultas Farmasi UGM, Dr. Djoko Santoso, M.Si., Ketua Panitia Lustrum XVI Fakultas Farmasi UGM, Dr. rer. nat. apt. Yosi Bayu Murti, M.Si., serta Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Samigaluh, Pudjijono, S.Pd.
Rangkaian acara dibuka dengan sambutan hangat dari Prof. Nanang Fakhrudin yang mewakili Fakultas Farmasi UGM, serta Bapak Pudjijono yang mewakili para petani lokal. Setelah prosesi penyambutan, para peserta diajak berkeliling menyusuri desa untuk meninjau hamparan luas perkebunan tanaman obat. Tidak hanya itu, delegasi Taiwan juga berkesempatan melihat langsung proses ekstraksi di area pengolahan minyak atsiri (essential oil). Sebagai penutup, seluruh rombongan disuguhi jamu tradisional otentik hasil racikan dan olahan warga Samigaluh. Pengalaman mencicipi jamu ini sekaligus menutup sesi kunjungan sebelum rombongan melanjutkan aktivitas ke agenda berikutnya.

Kegiatan kunjungan ke perkebunan pembudidaya tanaman obat ini menjadi bukti nyata komitmen Fakultas Farmasi UGM dalam mengimplementasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Kunjungan lapangan bersama delegasi dari Taiwan ini merupakan representasi langsung dari penguatan SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi pertukaran ilmu lintas negara.
Di sisi lain, pemberdayaan petani lokal serta pengenalan fasilitas pengolahan minyak atsiri dan mencicipi jamu tradisional secara nyata mendukung pencapaian SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur demi melestarikan warisan pengobatan berbasis bahan alam yang memberdayakan ekonomi masyarakat desa. Selain itu, kegiatan pengenalan dan pemanfaatan tanaman obat lokal juga turut mendukung SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, khususnya melalui upaya menjaga keberagaman hayati, mendorong pemanfaatan sumber daya tanaman secara berkelanjutan, serta memperkuat kesadaran akan pentingnya konservasi tanaman obat dan ekosistem daratan yang menjadi habitatnya.
Penulis: Gilang | Editor: Fathul | Foto: Gilang



