Kulon Progo, 17 Oktober 2026 – Dusun Tegalsari dan Sabrang Kidul, Kalurahan Purwosari, Kulon Progo, yang dikenal sebagai Desa Wisata Eco-Edu Tourism, kembali menjadi lokasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 24 ibu-ibu PKK darikedua pedukuhan tersebut membuat jamu bersama Tim Pengabdian Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Sabtu (17/10/2026). Kegiatan kali ini berskala internasional dengan melibatkan mahasiswa S3 dari Uganda, Afrika Timur.
Praktik Langsung Membuat Jamu Segar dan Jamu Instan
Dr. Djoko Santosa, S.Si., M.Si. memandu pelatihan pembuatan jamu bagi para peserta. Dua produk dipraktikkan dalam pelatihan ini. Pertama, jamu segar “Semelak Pace” yang diracik dari mengkudu, kunyit, dan asam jawa. Kedua, jamu instan temulawak berbahan temulawak, kunyit, dan secang. Para ibu PKK tidak hanya menyimak materi, tetapi juga terjun langsung mempraktikkan proses pembuatannya. Pelatihan ini diharapkan membuka peluang usaha rumahan berbasis tanaman obat lokal, sekaligus meningkatkan pemahaman warga tentang manfaat bahan alam bagi kesehatan.

Desa Wisata Eco-Edu Tourism
Tegalsari dan Sabrang Kidul dikenal sebagai Desa Wisata Eco-Edu Tourism. Pak Dukuh dan warga gigih menjaga kelestarian lingkungan. Kekayaan hayati yang dirawat warga mencakup beragam anggrek, tanaman obat, dan tanaman pangan seperti talas, ganyong (enthik), dan kimpul. Ada pula komoditas buah, pisang, kakao, dan kopi, serta burung dan serangga yang bersama-sama menjaga harmoni lingkungan.
Program pemberdayaan masyarakat ini merupakan kolaborasi antara Fakultas Farmasi UGM, Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPKM) UGM, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sepanjang 2025–2026, tim rutin hadir mendampingi warga di wilayah tersebut. Pendampingan akan terus berlanjut. Pada akhir Desember 2026 hingga awal Februari 2027, kawasan ini akan menjadi lokasi KKN-PPM UGM Periode 4, dengan menggandeng satu kolaborator dari Jepang yang berfokus pada etnomedisin. Dengan demikian, rangkaian pengabdian dan KKN internasional di desa wisata ini diharapkan semakin lengkap.
Kegiatan ini sejalan dengan sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). Peluang usaha rumahan dari produk jamu mendukung pengentasan kemiskinan (SDG 1) serta pertumbuhan ekonomi dan pekerjaan layak (SDG 8). Pemanfaatan bahan alam sebagai minuman kesehatan berkontribusi pada kehidupan sehat dan sejahtera (SDG 3). Pelatihan serta keterlibatan mahasiswa lintas negara memperkuat pendidikan berkualitas (SDG 4), sementara pelibatan ibu-ibu PKK sebagai peserta utama mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan (SDG 5).
Penulis: Navista Sri Octa Ujiantari, Djoko Santosa, Cintya Nurul Apsari, Latifa Nuraini | Foto: Tim Pengabdian Masyarakat


