Dua Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Mendapat Pengakuan Secara Global dan Masuk Daftar “World’s Top 2% Scientists 2026”

Yogyakarta, 14 Oktober 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mencatatkan pencapaian luar biasa di kancah internasional. Dua akademisi dari Departemen Kimia Farmasi, yakni Prof. Dr. apt. Abdul Rohman, M.Si. dan apt. Eka Noviana, Ph.D. berhasil masuk dalam daftar ilmuwan paling berpengaruh di dunia bertajuk “World’s Top 2% Scientists 2026.”

Pengakuan bergengsi ini diterbitkan berdasarkan pembaruan dari Stanford-Elsevier Updated Science-Wide Author Databases, Version 9 (2026). Peringkat ini disusun secara ketat dengan menilai posisi pasti para ilmuwan sesuai dengan bidang keilmuan utamanya tanpa memasukkan perhitungan sitasi mandiri.

Berdasarkan data yang dirilis, Prof. Abdul berhasil menempati peringkat pertama di tingkat UGM untuk dua kategori sekaligus. Kategori pertama yang diraih adalah kategori dampak sepanjang karir (Career-long impact up to 2025) dimana beliau menduduki posisi ke-345 dari total 107.928 ilmuwan atau Top 0,32% global di bidang Food Science. Selain itu, kiprah Prof. Abdul juga berlanjut pada dampak satu tahun (Single-year 2025 impact) dimana beliau memimpin pada posisi ke-216 dari 107.914 ilmuwan atau Top 0,20% di bidang yang sama.

 

Prestasi gemilang ini juga diraih oleh apt. Eka Noviana, Ph.D. yang sukses masuk ke dalam jajaran 19 ilmuwan UGM pada kategori dampak satu tahun (Single-year 2025 impact) di bidang Analytical Chemistry dengan menempati posisi ke-1.810 dari total 137.328 Ilmuwan, menjadikannya bagian dari Top 1,32% ilmuwan terkemuka di dunia.

Pencapaian kancah internasional ini tentunya merupakan komitmen nyata Fakultas Farmasi UGM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, terutama pada SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu dimana para mahasiswa dibimbing secara langsung oleh tenaga pendidik dan peneliti yang diakui secara global berkat kualitas riset mereka yang berskala internasional.

Tingginya angka sitasi karya ilmiah di bidang ilmu pangan dan kimia analitik juga merepresentasikan dukungan pada SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Inovasi dan publikasi riset Prof. Abdul dan apt. Eka terbukti mampu memberikan referensi krusial bagi kemajuan teknologi dan pengembangan ilmu kefarmasian di dunia.

Penulis: Gilang | Dokumentasi: UGM

Share this post
Type Keyword to Search