Konsolidasi Program Pengabdian Masyarakat Internasional 2026: Penguatan Literasi Terkait Pengolahan Madu di Gunungkidul

Gunung Kidul, 31 Maret 2026 – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan koordinasi dan konsolidasi program Pengabdian kepada Masyarakat skema Community Development Berbasis Riset Aplikatif dan Pemberdayaan Masyarakat dengan Kolaborator Internasional Tahun 2026 pada Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan tahap persiapan untuk pelaksanaan program utama yang akan diselenggarakan pada 30 April 2026 dengan judul “Penguatan Literasi Sains dan Kapasitas Masyarakat dalam Karakterisasi Mutu, Autentisitas, dan Aktivitas Biologis Madu sebagai Agen Kesehatan.”

Kegiatan konsolidasi dilaksanakan bersama Kelompok Ternak Lebah Madu Sari Alami yang berlokasi di Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Pertemuan ini bertujuan untuk menyelaraskan rencana kegiatan, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi antara tim dari Fakultas Farmasi UGM dan mitra lokal dalam mendukung keberhasilan program pengabdian.

Tim yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari Prof. Dr. rer. nat. apt. Nanang Fakhrudin, M.Si., Drs. Hari Purwanto, M.P., Ph.D., Dr. apt. Niken Nur Widyakusuma, M.Sc., apt. Eka Noviana, Ph.D., dan Dr. rer. nat. apt. Raisatun Nisa Sugiyanto, M.Sc. Dalam diskusi yang berlangsung, berbagai aspek teknis dan substantif program dibahas secara komprehensif, termasuk desain edukasi literasi sains terkait madu, metode karakterisasi mutu dan autentisitas madu, serta potensi pengembangan pemanfaatan madu sebagai agen kesehatan berbasis bukti ilmiah.

Selain sesi diskusi, kegiatan konsolidasi juga dilengkapi dengan kunjungan lapangan ke lokasi budidaya lebah madu di Kebun Lebah Madu Sari Alami Kedungpoh. Kunjungan ini memberikan gambaran langsung mengenai proses produksi madu, praktik pemeliharaan lebah, serta tantangan yang dihadapi oleh peternak dalam menjaga kualitas dan keaslian produk madu. Observasi ini menjadi dasar penting dalam merancang program yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan konsolidasi ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Fakultas Farmasi UGM, mitra, dan kelompok masyarakat dalam upaya meningkatkan literasi sains serta kapasitas masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan dampak akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam pemberdayaan ekonomi dan kesehatan masyarakat berbasis potensi lokal.

Program ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui pemanfaatan madu sebagai agen kesehatan berbasis bukti ilmiah, SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan literasi sains masyarakat, serta SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui pemberdayaan ekonomi lokal berbasis usaha peternakan lebah madu. Dengan integrasi ketiga aspek tersebut, program ini diharapkan mampu memberikan dampak berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat kapasitas pengetahuan dan kemandirian ekonomi masyarakat di wilayah Gunungkidul.

Share this post
Type Keyword to Search